
Usulan ini disampaikan oleh Ibu Le Hong Thuy Tien, Direktur Jenderal Inter Pacific Group (IPPG), pada seminar "Membuka Potensi Daya Beli, Mendorong Permintaan Konsumen" yang diselenggarakan oleh Surat Kabar Thanh Nien pada tanggal 22 Mei.
Menurut Ibu Le Hong Thuy Tien, data dari Kantor Statistik Umum menunjukkan bahwa pada tahun 2024, ekspor jasa pariwisata Vietnam mencapai US$12,19 miliar, sementara impor jasa pariwisata mencapai US$12,57 miliar, mengakibatkan defisit perdagangan hampir US$400 juta. Oleh karena itu, Vietnam perlu segera mendefinisikan perdagangan pariwisata sebagai bentuk "ekspor di tempat", mengubah kegiatan belanja menjadi kekuatan pendorong untuk stimulasi permintaan dan mempertahankan nilai tambah di dalam negeri.
Ibu Le Hong Thuy Tien menyarankan bahwa perlu dikembangkan sistem toko bebas bea dan gerai (toko merek resmi) yang memenuhi standar dengan kebijakan diskon sepanjang tahun, sambil meningkatkan dukungan untuk bisnis domestik guna menciptakan daya tarik belanja bagi wisatawan.

Dari perspektif pariwisata, Bapak Tran The Dung, Direktur Jenderal Vietluxtour, mencatat bahwa wisatawan merupakan sumber pengeluaran utama, tetapi Vietnam belum mampu mempertahankan modal tersebut. Meskipun jumlah wisatawan diperkirakan akan meningkat secara signifikan pada tahun 2025, banyak bisnis perjalanan ragu untuk memasukkan destinasi belanja dalam rencana perjalanan mereka karena kurangnya pusat perbelanjaan, area ritel, dan ekosistem layanan yang terstandarisasi.
Menurutnya, sangat penting untuk membangun kepercayaan dengan wisatawan melalui kualitas produk, harga yang transparan, dan kisah merek yang menarik. Ketika sistem belanja cukup menarik, pengeluaran pariwisata akan meningkat secara signifikan, daripada hanya berfokus pada akomodasi dan makanan.

Sementara itu, Bapak Nguyen Ngoc Thang, Wakil Direktur Jenderal Saigon Co.op , mengatakan bahwa konsumsi domestik tetap menjadi pilar penting pertumbuhan ekonomi. Dalam empat bulan pertama tahun 2026, total penjualan ritel barang dan jasa meningkat sebesar 11,1%; jika faktor harga dikecualikan, peningkatan mencapai 6,3%, menunjukkan potensi pasar yang signifikan.

Namun, menurut Bapak Nguyen Ngoc Thang, konsumen sekarang lebih selektif dalam pengeluaran mereka, memprioritaskan nilai riil dan kualitas produk. Oleh karena itu, untuk secara efektif merangsang permintaan, bisnis perlu fokus pada harga yang wajar, kualitas terjamin, dan asal produk yang transparan untuk memperkuat kepercayaan konsumen.
Sumber: https://www.sggp.org.vn/tphcm-can-mo-them-cua-hang-mua-sam-mien-thue-post853926.html











Komentar (0)