Model ini dianggap sebagai terobosan dalam pengembangan energi hijau - baik dalam menghemat biaya pemeliharaan maupun membantu melestarikan lingkungan dan keanekaragaman hayati.
Dalam konteks meningkatnya permintaan energi bersih dan meningkatnya tekanan untuk melindungi lingkungan, model penggabungan energi surya dan peternakan menarik perhatian khusus. Contoh terbaru adalah proyek Lafitte Solar—sebuah peternakan surya 100 MW di Paroki Ouachita, dekat Kota Monroe, Louisiana, AS—di mana lebih dari 600 domba dilepaskan di bawah deretan panel surya untuk... "memotong rumput".

(Ilustrasi)
Fitur paling menonjol dari model ini adalah penggunaan domba sebagai "mesin pemotong rumput" alami—menggantikan mesin pemotong rumput berbahan bakar bensin tradisional. Menurut Bapak Cody Hoffman, manajer proyek di RWE Clean Energy, "Domba adalah hewan terbaik untuk merumput di bawah panel surya. Sapi dapat merusak panel, sementara kambing memanjat dan mengunyah apa saja. Domba lembut, tenang, dan suka makan rumput."
Domba yang merumput tidak hanya membantu mengendalikan vegetasi—mencegah gulma tinggi menaungi panel—tetapi juga mengurangi biaya operasional dan pemeliharaan sistem fotovoltaik. Di saat yang sama, model agrivoltaik juga memberikan banyak manfaat lingkungan: melindungi tanah dari erosi, menjaga keanekaragaman hayati, dan menyediakan habitat bagi berbagai spesies tumbuhan dan satwa liar di area tersebut.
Tak hanya berhenti pada aspek teknis, Lafitte Solar juga menunjukkan potensi pembangunan ekonomi lokal. Pemeliharaan peternakan domba menciptakan lapangan kerja dan sumber pendapatan yang relatif stabil bagi masyarakat, sekaligus mengubah peternakan surya dari model "produksi energi murni" menjadi "ekosistem energi - pertanian - lingkungan".
Model penggabungan pertanian dan energi terbarukan bukanlah tren baru, tetapi dengan skala 100 MW dan jumlah domba hingga 600, Lafitte Solar dianggap oleh banyak ahli sebagai demonstrasi nyata dari pendekatan yang kreatif, efektif, dan berkelanjutan dalam pengembangan energi hijau.
Namun, para ahli juga menekankan bahwa model ini perlu dikelola secara ketat – mulai dari memastikan keselamatan domba, menghindari kerusakan pada panel surya, hingga memantau kondisi medan, iklim, dan sanitasi lingkungan. Penggembalaan juga harus mematuhi prinsip-prinsip kepadatan dan rotasi tanaman untuk memastikan pembangunan berkelanjutan dan efektivitas jangka panjang.
Dalam konteks Vietnam yang juga sedang mempromosikan pengembangan proyek pembangkit listrik tenaga surya skala besar, model seperti Lafitte Solar dapat menjadi saran yang bermanfaat. Jika diterapkan dengan tepat—yaitu menggabungkan energi terbarukan + pertanian atau peternakan—akan tercipta manfaat ganda: menghasilkan listrik, melindungi lingkungan, dan sekaligus membantu masyarakat setempat mengembangkan mata pencaharian mereka.
Para ahli menyarankan agar, selain membangun infrastruktur dan menghubungkan ke jaringan listrik, pemerintah dan investor harus mempertimbangkan “pra-pengolahan angin”, perlindungan lingkungan, dan pengembangan masyarakat - mengubah setiap proyek tenaga surya menjadi “inti hijau” yang sesungguhnya, bukan sekadar pembangkit listrik.
Dengan Lafitte Solar, ketika panel surya "menangkap matahari" secara serempak, dan domba-domba dengan santai merumput di bawahnya, hal itu merupakan penegasan bahwa energi terbarukan dan alam dapat berjalan bersama - jika kita tahu cara merancang dan menghormati keseimbangan ekologi.
Sumber: https://doanhnghiepvn.vn/cong-nghe/trang-trai-dien-mat-troi-100-mw-ket-hop-chan-nuoi-cuu-mo-hinh-ben-vung-hut-su-chu-y/20251126023916367






Komentar (0)