Menurut informasi dari Departemen Pendidikan New Delhi, bel akan berbunyi secara teratur setiap 45-60 menit. Kelas dapat dihentikan sementara agar siswa dapat minum air, sehingga mengurangi risiko dehidrasi dan serangan panas. Selain itu, siswa dipasangkan untuk memantau kesehatan satu sama lain.
Dalam beberapa tahun terakhir, India mengalami musim panas yang ekstrem, dengan suhu yang dapat melebihi batas toleransi manusia. Menurut data pemerintah , hampir 11.000 orang meninggal akibat serangan panas antara tahun 2012 dan 2021.
Pada tahun 2024 saja, New Delhi mencatat suhu 49,2°C, mendekati rekor tertinggi sepanjang masa. Meskipun suhu pagi hari pada tanggal 22 April adalah 29,4°C, para ahli memperkirakan suhu ini dapat meningkat hingga 41-44°C pada akhir pekan. Departemen Meteorologi India telah mengeluarkan peringatan "kuning", yang menunjukkan risiko gelombang panas yang meluas.
Sebagai respons terhadap situasi ini, sekolah-sekolah di India diinstruksikan untuk meminimalkan aktivitas di luar ruangan, menghindari kegiatan belajar mengajar di luar ruangan, dan memprioritaskan tempat yang teduh atau di dalam ruangan. Sekolah-sekolah juga menyelenggarakan sesi penyadaran tentang pentingnya menjaga tubuh tetap terhidrasi.
Langkah-langkah ini diharapkan dapat membantu mengurangi risiko dalam konteks kenaikan suhu, sekaligus meningkatkan kesadaran kesehatan di kalangan siswa sejak dari lingkungan sekolah.
Sumber: https://giaoducthoidai.vn/truong-hoc-an-do-nhac-hoc-sinh-uong-nuoc-post775956.html











Komentar (0)