
Striker Igor Thiago siap bersinar bersama tim nasional Brasil di Piala Dunia 2026 - Foto: GLOBO
Igor Thiago menjalani musim yang sangat mengesankan bersama Brentford di Liga Primer, mencetak 22 gol dalam 37 penampilan. Ia berada di urutan kedua dalam daftar pencetak gol terbanyak, terpaut 5 gol dari striker Manchester City, Erling Haaland. Bermain untuk tim papan tengah seperti Brentford, dan mencapai rekor mencetak gol yang luar biasa, dapat dimengerti mengapa Igor Thiago dipanggil ke tim nasional Brasil oleh pelatih Ancelotti. Namun yang dikagumi semua orang adalah perjalanan sang striker setinggi 1,91 m ini dalam mengatasi berbagai kesulitan.
Menurut surat kabar Brasil Globo, Thiago lahir dari keluarga miskin di Gama, sebuah wilayah administratif distrik federal Brasil. Pada usia 13 tahun, setelah kehilangan ayahnya, ia harus membantu ibunya, María Diva, menyapu jalanan. Kemudian, bocah itu harus mencari uang untuk menghidupi keluarganya dengan bekerja sebagai buruh bangunan, melakukan pekerjaan serabutan di pasar malam, dan membagikan selebaran.
Seperti banyak anak lainnya di negeri Samba, Thiago menyukai sepak bola dan selalu bermimpi mengubah hidupnya melalui olahraga itu. Namun, jalan kariernya cukup sulit, karena ia ditolak oleh banyak tim. Karena kecewa, ia berhenti berlatih sama sekali. Ibu Thiago memainkan peran penting dalam mencegahnya menyerah.
Thiago mulai berlatih di rumah, berlari 10 km setiap hari. Pada tahun 2019, bakatnya ditemukan melalui proyek komunitas, dan ia bergabung dengan akademi Cruzeiro. Namun, awal karier profesionalnya tidak mudah.
mudah.
Di musim pertamanya, Thiago menyaksikan Cruzeiro terdegradasi untuk pertama kalinya. Bersamaan dengan itu, klub tersebut menghadapi krisis keuangan yang parah. Hal ini membuat Thiago putus asa. Ia menceritakan: "Ada hal-hal yang tidak diketahui orang lain yang saya alami di Cruzeiro. Ada saat-saat ketika saya berkata pada diri sendiri: besok saya akan mengalami kecelakaan mobil dan tamatlah sudah."
Untungnya, Thiago akhirnya terus menekuni sepak bola. Ia mendapat kesempatan bermain di tim utama pada musim Serie B berikutnya, mencetak 4 gol pada tahun 2021. Kemudian ia bergabung dengan Ludogorets (Bulgaria) dengan nilai transfer $700.000. Di sana, striker asal Brasil ini secara bertahap menorehkan namanya sebelum bergabung dengan Club Brugge (Belgia) dan kemudian Brentford dengan nilai transfer £30 juta pada tahun 2024.
Di awal musim, Thiago tampil kurang menonjol dan harus absen karena cedera. Namun, musim ini, Thiago bersinar, secara konsisten mencetak gol dan membantu Brentford mencapai posisi kelima di klasemen liga pada satu titik. Saat ini, Brentford telah memastikan bertahan di Premier League, berada di posisi kesembilan dengan 52 poin, sama dengan Chelsea. Mereka masih memiliki kesempatan untuk lolos ke kompetisi Eropa jika mengalahkan Liverpool di putaran terakhir Premier League.
24 Mei.
Jika Thiago terus bersinar bersama tim nasional Brasil di Piala Dunia 2026, itu akan menjadi salah satu kisah paling inspiratif bagi kaum muda.
Sumber: https://tuoitre.vn/tu-cau-be-tho-ho-den-world-cup-2026-20260524003015596.htm









Komentar (0)