Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Dari kenangan sakral hingga aspirasi untuk pertumbuhan.

Saat itu, wilayah Barat Laut masih menyimpan bekas luka perang, kehidupan penuh dengan kesulitan, tetapi kegembiraan menyambut Paman Ho menerangi pegunungan dan hutan. Pada pagi hari tanggal 6 Mei 1959, di bandara Na San, ribuan kader, tentara, dan masyarakat hadir sejak pagi buta. Tidak ada yang membuat janji terlebih dahulu; semua orang berbagi perasaan sakral. Ketika Paman Ho turun dari kereta, sosoknya lincah, pakaiannya sederhana, senyumnya lembut, matanya hangat. Suasana terasa hening. Ia datang berkunjung, tetapi rasanya seperti pulang ke rumah.

Báo Sơn LaBáo Sơn La19/05/2026

Warga dari berbagai kelompok etnis di provinsi Son La menyambut Presiden Ho Chi Minh di bandara Na San pada 6 Mei 1959. Foto: Arsip.

Dari Na San, Paman Ho melakukan perjalanan ke Thuan Chau, pusat Daerah Otonomi Thai-Miao pada waktu itu. Pada sore harinya, beliau mengunjungi pameran prestasi. Beliau berhenti di depan setiap stan pameran, mendengarkan dengan saksama dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mendetail. Pertanyaan-pertanyaannya sederhana namun mendalam, menunjukkan kepeduliannya terhadap transformasi tanah dan kehidupan masyarakat. Pada pagi hari tanggal 7 Mei, lebih dari 10.000 orang dari 17 distrik berkumpul. Di tengah lautan manusia, sosok Paman Ho menjadi sumber dukungan spiritual yang besar. Beliau memuji semangat persatuan dan perjuangan tentara dan rakyat Vietnam Barat Laut. Kemudian, dengan suara sederhana, beliau berpesan: Kita semua harus berjuang bersama untuk "memberantas kelaparan dan buta huruf," agar setiap orang dapat tercukupi kebutuhan pangannya, melek huruf, dan hidup bahagia. Kata-katanya tidak berhenti pada satu titik waktu. Kata-kata itu membuka arah, menjadi cita-cita hidup dan tindakan yang telah bertahan selama beberapa generasi.

Setelah rapat umum, Paman Ho melanjutkan perjalanannya, mengunjungi Pemakaman Martir Penjara Son La dan masyarakat distrik Muong La dan Mai Son. Di setiap tempat, ia meninggalkan nasihat praktis dan tulus. Pada sore hari tanggal 7 Mei, ia tiba di Yen Chau. Keesokan paginya, di desa Khoong, gambar Paman Ho melambaikan tangan kepada orang-orang untuk duduk, kemudian mengambil seruling bambunya dan memainkan suara pegunungan dan hutan, menjadi simbol indah dari ikatan erat antara pemimpin dan rakyat. Tidak ada lagi jarak, hanya kehangatan yang menyebar. Paman Ho memuji rakyat atas persatuan mereka, saling membantu dalam produksi dan pendidikan; pada saat yang sama, ia mengingatkan mereka untuk melindungi hutan, menjaga kebersihan, dan meningkatkan teknologi. Ia menekankan sebuah kebenaran sederhana: semua kelompok etnis adalah saudara dan saudari dalam satu keluarga. Dari pemahaman inilah kekuatan persatuan telah dibangun dan diperkuat selama bertahun-tahun.

Pada tanggal 8 Mei, Paman Ho mengunjungi Moc Chau, tempat pertanian bekerja siang dan malam. Beliau mendatangi setiap tim produksi, berbicara dan memberi semangat kepada mereka. Beliau juga mengunjungi unit-unit militer, secara pribadi menyematkan medali pada bendera militer. Sikapnya yang khidmat namun hangat menyampaikan kepercayaan yang mendalam. Perjalanan Paman Ho berakhir ketika beliau kembali ke Hoa Binh, tetapi nilai-nilai yang ditinggalkannya terus menyebar, membimbing jalan. Inilah keyakinan, motivasi, dan cahaya abadi di hati setiap warga Son La. Perasaan masyarakat Son La terhadap Paman Ho adalah rasa hormat dan terima kasih yang mendalam. Masyarakat mengingat setiap gerak-gerik, setiap kata, setiap tatapan. Lebih penting lagi, mereka menghargai nasihatnya, menganggapnya sebagai janji kepada diri mereka sendiri.

Seiring waktu, Son La telah mengalami perubahan signifikan. Tempat-tempat yang pernah dikunjungi Presiden Ho Chi Minh kini menjadi "alamat merah," mengingatkan kita pada era yang membanggakan. Pada tahun 2025, meskipun menghadapi banyak kesulitan dan tantangan, provinsi ini tetap mencapai hasil yang komprehensif. Ekonomi mengalami pertumbuhan yang stabil; PDB mencapai hampir 39 triliun VND, meningkat 8,03%; pendapatan anggaran melebihi 5.600 miliar VND. Pertanian bertransformasi menuju modernisasi, dengan lebih dari 85.000 hektar pohon buah-buahan dan produksi melebihi 510.000 ton. Industri dan infrastruktur terus menerima investasi; jalan tol Hoa Binh - Moc Chau mulai dibangun, membuka peluang pembangunan baru. Pariwisata menyambut lebih dari 5,3 juta pengunjung, menjadikan Son La sebagai titik terang di peta pariwisata. Budaya dan masyarakat mengalami banyak perubahan positif: tingkat kemiskinan menurun menjadi 7,89%; ribuan rumah untuk keluarga miskin baru dibangun; dan pendidikan mencapai banyak hasil yang luar biasa. Pertahanan dan keamanan nasional tetap terjaga; reformasi administrasi dan transformasi digital telah mengalami kemajuan yang signifikan; dan hubungan luar negeri telah berkembang, terutama dengan provinsi-provinsi di negara tetangga Laos. Angka-angka ini bukan sekadar prestasi; ini adalah hasil dari proses yang gigih dalam mewujudkan ajaran Paman Ho melalui tindakan nyata, program praktis, dan upaya tanpa lelah.

Memasuki tahun 2026, Son La menghadapi tuntutan pembangunan baru. Provinsi ini telah dengan jelas menetapkan arahnya: Inovasi dan kreativitas; pembangunan ekonomi hijau dan berkelanjutan; percepatan transformasi digital; peningkatan kualitas sumber daya manusia; pengembangan pertanian berteknologi tinggi; dan pemanfaatan potensi pariwisata secara efektif. Pada saat yang sama, provinsi ini akan terus membangun sistem politik yang efisien, efektif, dan terarah. Inti dari semua arah tersebut tetaplah manusia. Memperhatikan kehidupan rakyat dan menjaga persatuan nasional adalah cara paling praktis untuk terus mengikuti ajaran Presiden Ho Chi Minh dari masa lalu.

Mengenang hari ketika Paman Ho mengunjungi Son La berarti mengingat tanggung jawab kita hari ini. Tanggung jawab untuk melestarikan nilai-nilai yang telah dipercayakan kepada kita. Tanggung jawab untuk mewujudkan ajaran-ajarannya menjadi kenyataan. Dalam perjalanan ke depan, seiring perkembangan Son La dan negara ini, jejak langkah Paman Ho dari tahun-tahun lalu tetap ada, diam-diam namun gigih membimbing setiap langkah agar tanah ini berkembang ke arah yang benar: menuju manusia, menuju kebahagiaan, menuju masa depan.

Sumber: https://baosonla.vn/xa-hoi/tu-ky-uc-thieng-lieng-den-khat-vong-vuon-minh-qCLYakJvg.html


Komentar (0)

Silakan tinggalkan komentar untuk berbagi perasaan Anda!

Dalam kategori yang sama

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

Berita Terkini

Sistem Politik

Lokal

Produk

Happy Vietnam
Membantu orang-orang dalam panen.

Membantu orang-orang dalam panen.

Momen masa kecil

Momen masa kecil

Núi đá ghềnh Phú yên

Núi đá ghềnh Phú yên