Sebagai tanggapan terhadap Hari Keanekaragaman Hayati Internasional (22 Mei) dan Hari Lingkungan Hidup Sedunia (5 Juni) pada tahun 2026, banyak kegiatan bermakna tentang konservasi tanaman obat, penanaman pohon, dan digitalisasi data tanaman obat telah dilaksanakan di Situs Sejarah Hai Thuong Lan Ong di Ha Tinh. Sebagai bagian dari serangkaian acara menjelang hari-hari lingkungan hidup sedunia, program "Bergandengan Tangan untuk Melestarikan Tanaman Obat", yang diselenggarakan oleh Institut Bahan Obat ( Kementerian Kesehatan ), menarik banyak pejabat sektor kesehatan, unit khusus, anggota serikat pemuda, dan masyarakat setempat untuk berpartisipasi.
Poin penting dari program ini adalah penanaman tanaman obat tambahan di kebun obat tradisional situs bersejarah tersebut, dikombinasikan dengan pemasangan tanda identifikasi tanaman obat dengan kode QR untuk mendukung pencarian informasi ilmiah, kegunaan, dan karakteristik setiap tanaman. Profesor Madya Dr. Pham Thanh Huyen (Direktur Pusat Sumber Daya Obat - Institut Bahan Obat - Kementerian Kesehatan) mengatakan bahwa penerapan kode QR dalam mengidentifikasi tanaman obat tidak hanya membantu masyarakat mengakses pengetahuan pengobatan tradisional dengan lebih mudah, tetapi juga berkontribusi pada digitalisasi data tanaman obat secara bertahap, yang bermanfaat bagi pendidikan , penelitian, dan wisata pengalaman.

Penerapan kode QR dalam mengidentifikasi tanaman obat tidak hanya membantu masyarakat mengakses pengetahuan pengobatan tradisional dengan lebih mudah.
1. Melestarikan tanaman obat sejalan dengan warisan pengobatan tradisional.
Situs Bersejarah Hai Thuong Lan Ong merupakan tempat yang memiliki nilai sejarah dan budaya khusus dalam pengobatan tradisional Vietnam. Mengadakan kegiatan pelestarian tanaman obat di sini dianggap memiliki makna praktis dalam menyebarkan semangat melestarikan warisan tabib besar Hai Thuong Lan Ong Le Huu Trac.
Tanaman obat tradisional Vietnam bukan hanya sumber bahan baku untuk perawatan kesehatan, tetapi juga mengandung pengetahuan lokal berharga yang diwariskan dari generasi ke generasi. Banyak pengobatan tradisional dan pengobatan herbal masih digunakan di masyarakat dan memiliki nilai dalam mendukung pengobatan dalam kedokteran modern.
Namun, akibat dampak urbanisasi, perubahan iklim, dan eksploitasi yang tidak terkendali, banyak spesies tanaman obat berharga berisiko mengalami penurunan di alam liar. Beberapa varietas tanaman obat asli secara bertahap menjadi langka, sementara kesadaran masyarakat tentang konservasi sumber daya genetik tanaman obat masih terbatas.
Oleh karena itu, pembangunan dan pengembangan kebun konservasi tanaman obat dianggap sebagai solusi penting untuk melestarikan sumber daya obat, sekaligus menciptakan ruang edukasi tentang keanekaragaman hayati dan pengobatan tradisional bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
2. Terhubung dengan transformasi digital
Selain sekadar menanam pohon, program tahun ini juga bertujuan untuk menerapkan teknologi dalam konservasi tanaman obat. Tanda pengenal dengan kode QR memungkinkan orang untuk menggunakan ponsel pintar mereka untuk dengan cepat mencari informasi tentang nama ilmiah , kegunaan, karakteristik biologis, dan nilai setiap tanaman obat. Menurut banyak delegasi, ini adalah arah yang tepat dalam konteks dorongan kuat untuk transformasi digital di banyak bidang, termasuk pengobatan tradisional dan konservasi keanekaragaman hayati.
Kegiatan ini juga berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang peran keanekaragaman hayati dalam kesehatan manusia dan pembangunan berkelanjutan. Setiap tanaman obat yang ditanam tidak hanya menciptakan lanskap hijau tetapi juga berkontribusi pada pelestarian sumber daya genetik tanaman obat untuk perawatan kesehatan jangka panjang.
Selama program tersebut, banyak anggota serikat pemuda dan warga setempat secara langsung berpartisipasi dalam menanam pohon, merawat kebun tanaman obat, dan mempelajari tentang tanaman obat tradisional. Suasananya meriah, menyampaikan pesan tentang kerja sama untuk melindungi lingkungan, melestarikan ekosistem, dan mempromosikan nilai pengobatan tradisional nasional.
Unit-unit yang berpartisipasi berharap bahwa model penggabungan kebun obat dengan informasi digital akan terus berkembang di masa depan, berkontribusi pada penyebaran kesadaran tentang pelestarian tanaman obat, perlindungan keanekaragaman hayati, dan pembangunan lingkungan hidup yang lebih hijau dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Lihat video-video trending lainnya:
Sumber: https://suckhoedoisong.vn/ung-dung-ma-qr-trong-nhan-dien-cay-thuoc-169260524104954934.htm












Komentar (0)