Namun, teknologi pemanenan energi surya saat ini belum sepenuhnya memanfaatkan potensi sinar matahari, sehingga penelitian terbaru dari para ilmuwan di Universitas Korea telah mendapat banyak perhatian.

Efisiensi pengumpulan cahaya merupakan faktor utama dalam menentukan keluaran listrik dari panel surya.
FOTO: REUTERS
Diterbitkan dalam jurnal ACS Applied Materials & Interfaces , tim peneliti menemukan material baru yang mampu menyerap sebagian besar panjang gelombang dalam spektrum matahari, sehingga secara signifikan meningkatkan jumlah cahaya yang dapat dipanen oleh teknologi energi surya. Mereka mengembangkan "supersfer," atau nanosfer emas, yang dapat menyerap panjang gelombang yang tidak dapat dijangkau oleh material fotovoltaik saat ini.
Meskipun nanopartikel perak dan emas dikenal karena potensinya untuk memanen energi matahari, mereka hanya dapat menyerap sebagian kecil spektrum matahari. Tim peneliti memutuskan untuk meningkatkan teknologi ini dengan menggunakan supersfer emas yang dapat merakit diri sendiri, yang terdiri dari nanopartikel emas yang berkumpul bersama membentuk bola-bola kecil. Dengan menyesuaikan diameter supersfer, mereka memperluas kapasitas penyerapan cahayanya.
Efisiensi penyerapan cahaya matahari yang mengesankan.
Untuk menguji efektivitas supersfer, tim peneliti menggunakan simulasi komputer untuk mengoptimalkan desain dan memperkirakan kinerja. Hasilnya menunjukkan bahwa supersfer dapat menyerap hingga 90% panjang gelombang matahari. Dalam uji praktis, ketika larutan yang mengandung supersfer diaplikasikan pada generator termoelektrik dan disinari dengan simulator energi surya LED, penyerapan energi surya rata-rata mencapai 89%, sedangkan tingkat penyerapan nanopartikel emas individual hanya 45%.
Seungwoo Lee, salah satu ilmuwan yang terlibat dalam penelitian tersebut, mengatakan: "Bola super plasmonik kami menyediakan jalur sederhana untuk memanfaatkan seluruh spektrum matahari. Teknologi pelapisan ini dapat secara signifikan mengurangi hambatan terhadap sistem termal dan fototermal surya efisiensi tinggi dalam aplikasi energi praktis."
Jika supersfer ini diterapkan secara luas dalam pembuatan panel surya, hal ini dapat membawa penghematan yang signifikan bagi masyarakat dan rumah tangga yang menggunakan energi surya, sekaligus membantu mengurangi polusi udara. Perkembangan ini membuka prospek untuk masa depan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Namun, apakah bola super ini akan menjadi material baru untuk panel surya masih menjadi pertanyaan yang belum terjawab.
Sumber: https://thanhnien.vn/vat-lieu-moi-tao-dot-pha-hieu-suat-pin-mat-troi-185260428110516658.htm











Komentar (0)