Transformasi pariwisata Vietnam
Era wisata "sepanjang musim" di Vietnam perlahan-lahan berakhir, membuka jalan bagi tren baru yang lebih menarik: wisata pengalaman musiman. Agen-agen perjalanan secara aktif berinovasi dalam produk mereka, menciptakan rencana perjalanan yang mendalam, yang berkaitan erat dengan keindahan unik setiap musim dalam setahun untuk menarik dan mempertahankan wisatawan.
Perubahan ini muncul dari kebutuhan wisatawan yang sebenarnya. Banyak orang merasa bosan dengan rencana perjalanan yang sama selama bertahun-tahun. Alih-alih wisata "mi instan", wisatawan Vietnam, terutama generasi muda dan keluarga, semakin menginginkan pengalaman yang unik, personal, dan tepat waktu.

Peta Pengalaman Empat Musim
Strategi membagi produk ke dalam segmen musiman diterapkan secara luas, mengubah Vietnam menjadi destinasi menarik sepanjang tahun dengan kisah pengalaman yang unik.
Musim Panas (Juni - Agustus): Energi Laut dan Dataran Tinggi
Ini adalah musim puncak wisata pantai dan aktivitas keluarga. Destinasi seperti Nha Trang, Phu Quoc, dan Da Nang selalu ramai. Namun, pengalamannya tidak hanya sebatas berenang dan menyantap hidangan laut. Tur-tur baru dirancang untuk menggabungkan kebugaran dan olahraga pantai, cocok untuk keluarga multi-generasi atau kegiatan membangun tim perusahaan. Selain itu, dataran tinggi yang sejuk seperti Dalat dan Sa Pa juga merupakan pilihan ideal untuk menghindari panas.

Musim Gugur (September - November): Warna emas dari Utara mengundang
Saat musim gugur tiba, wilayah Utara menjadi pusat perhatian dengan pengalaman alam dan budaya yang unik. Wisatawan berkesempatan untuk "berburu" musim keemasan di ladang terasering megah di Mu Cang Chai, atau pergi ke Ba Vi ( Hanoi ) untuk berburu awan dan melihat bunga matahari liar yang mekar sempurna. Kombinasi lanskap alam dan budaya asli telah membantu tur-tur ini mencapai tingkat hunian yang tinggi sejak awal penjualan.
Musim Dingin dan Semi: Festival dan Bunga
Musim dingin menghadirkan hal-hal unik seperti tur berburu salju di dataran tinggi utara. Musim dingin juga merupakan waktu untuk festival-festival besar seperti Natal dan Tahun Baru, yang menarik banyak wisatawan. Bahkan destinasi-destinasi populer seperti Dalat pun menjadi baru dengan tur-tur yang dirancang sesuai musim bunga, mulai dari bunga matahari liar, bunga phoenix ungu, hingga bunga sakura, yang menciptakan beragam alasan bagi wisatawan untuk kembali.

Sinyal positif dan tantangan
Inovasi ini telah membuahkan hasil positif. Menurut data Agoda, dalam 6 bulan pertama tahun 2025, Vietnam naik ke posisi ketiga dalam 5 negara Asia teratas dengan jumlah wisatawan kembali tertinggi. Khususnya, Da Nang untuk pertama kalinya masuk dalam 10 kota Asia teratas dengan tingkat wisatawan kembali tertinggi.
Namun, industri pariwisata juga menghadapi banyak tantangan. Banyaknya perusahaan yang mengeksploitasi produk musiman dapat menyebabkan kejenuhan. Menurut Bapak Pham Anh Vu, Wakil Direktur Jenderal Viet Tourism Company, perusahaan yang menciptakan lebih banyak produk pengalaman unik akan memiliki keuntungan.
Selain itu, memastikan kualitas layanan selama musim puncak merupakan masalah besar. Kepadatan penumpang dapat menyebabkan kenaikan harga layanan sebesar 30-50% dan penurunan kualitas akomodasi dan transportasi. Demi pembangunan berkelanjutan, unit-unit perlu memperkuat konsultasi, layanan pelanggan, dan kerja sama yang erat dengan mitra di destinasi.
Dengan tujuan menyambut 25 juta pengunjung internasional dan 150 juta pengunjung domestik pada tahun 2025, menciptakan produk unik dan layanan khusus dianggap sebagai faktor vital, membantu industri pariwisata Vietnam membuat jejaknya di peta dunia.
Sumber: https://baodanang.vn/viet-nam-kham-pha-4-mua-theo-mot-cach-hoan-toan-moi-3311751.html






Komentar (0)