Duta Besar Dinh Toan Thang menekankan bahwa hubungan ekonomi antara Vietnam dan kawasan Verdun-Meuse telah membuahkan hasil yang nyata, dengan kehadiran perusahaan-perusahaan besar seperti Lactalis atau perusahaan-perusahaan di sektor perkeretaapian dan penerbangan.
Beliau menegaskan bahwa potensi kerja sama masih sangat besar, karena perusahaan-perusahaan Vietnam semakin proaktif mencari peluang investasi dan produksi di Eropa untuk memanfaatkan insentif dari Perjanjian Perdagangan Bebas Vietnam-Uni Eropa (EVFTA). Duta Besar juga menyoroti peran generasi muda dalam program pertukaran budaya dan pendidikan untuk perdamaian dan persahabatan, serta mengenang tanda jasa Presiden François Mitterrand, pemimpin Barat pertama yang mengunjungi Vietnam setelah tahun 1975, sebagai simbol rekonsiliasi dan kerja sama.
Kepada wartawan VNA di Prancis, Duta Besar Dinh Toan Thang menyampaikan bahwa kunjungan kerja ini bertujuan untuk mempromosikan perdagangan, memperluas peluang kerja sama ekonomi dan ilmiah , serta mendorong pertukaran dengan mitra lokal. Delegasi telah berdiskusi secara mendalam dengan Gubernur Meuse dan Wali Kota Verdun, sehingga mewujudkan dukungan yang kuat, rasa saling sayang yang erat, serta apresiasi yang tinggi terhadap potensi pembangunan Vietnam.
Beliau menegaskan bahwa peningkatan hubungan bilateral menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif dan kunjungan tingkat tinggi baru-baru ini telah memperkuat fondasi bilateral, menciptakan momentum untuk memperluas kerja sama di berbagai bidang seperti perdagangan, pengolahan makanan, perlindungan lingkungan, pembangunan berkelanjutan, dan industri yang terkait dengan kekuatan lokal. Duta Besar menyampaikan harapannya agar lembaga dan bisnis Prancis dapat berpartisipasi lebih mendalam dalam kerja sama lokal, sehingga hubungan Vietnam-Prancis menjadi lebih mendalam, bermakna, dan efektif.
Verdun, sebuah kota di departemen Meuse di wilayah Grand-Est, dianggap sebagai "persimpangan Eropa" dengan lokasi strategis yang berbatasan dengan Jerman, Belgia, Swiss, dan Luksemburg, dan menjadi titik penghubung baru dalam hubungan Prancis-Vietnam. Delegasi Kedutaan Besar Vietnam di Prancis berharap dapat memanfaatkan keunggulan ini untuk meningkatkan efektivitas EVFTA serta mendorong kerja sama yang terdesentralisasi, yang merupakan kekuatan hubungan bilateral.
Wali Kota Verdun, Bapak Samuel Hazard, memperkenalkan kepada delegasi dan Duta Besar Dinh Toan Thang dokumen-dokumen berharga, termasuk dekrit kerajaan Raja Khai Dinh, salinan buku emas yang ditandatangani raja saat kunjungannya pada tahun 1922, dan dokumen tentang kota Tourane (Da Nang) yang menamai sebuah jalan dengan nama "Verdun" sejak tahun 1919. Beliau menekankan bahwa sejarah bersama, meskipun melewati masa yang rumit, telah menjadi fondasi yang kokoh bagi pemahaman, rasa hormat, dan kerja sama saat ini. Beliau juga menegaskan bahwa kuliner adalah cara langsung dan autentik untuk memperkenalkan budaya Vietnam kepada masyarakat Prancis.
Dalam pertemuan dengan Gubernur Meuse, Bapak Xavier Delarue menyampaikan sambutannya kepada para investor Vietnam, terutama di sektor pengolahan makanan dan pertanian—yang merupakan kekuatan lokal. Beliau menekankan bahwa hal ini sejalan dengan orientasi Vietnam dalam upaya untuk memperdalam rantai pasokan barang di Prancis dan Eropa, termasuk melalui pembangunan fasilitas pemrosesan di lokasi.
Beliau juga mengusulkan perluasan kerja sama di bidang lingkungan hidup dan pencegahan perubahan iklim, mengingat hal ini sebagai arah desentralisasi baru, terutama ketika Vietnam menghadapi tantangan kenaikan permukaan air laut dan target nol emisi bersih pada tahun 2050. Di saat yang sama, beliau menilai bahwa pasar Prancis memiliki permintaan yang tinggi terhadap produk-produk dengan karakteristik budaya yang unik, dan produk-produk Vietnam memiliki peluang besar untuk menegaskan posisinya di bidang ini.
Selama kunjungan kerja tersebut, Duta Besar Dinh Toan Thang menghadiri upacara pembukaan "Pekan Barang Vietnam" di supermarket Carrefour Verdun dengan tema "Rasa Tet kembali ke pedesaan Prancis". Kehadiran banyak pemimpin wilayah Grand-Est, Provinsi Meuse, Kota Verdun, dan Grup Carrefour menegaskan dukungan kuat wilayah tersebut terhadap barang dan bisnis Vietnam, sekaligus membuka jalur pertukaran budaya dan ekonomi yang praktis dan menjanjikan.
Sumber: https://baotintuc.vn/kinh-te/viet-nam-thuc-day-viec-cu-the-hoa-cac-cam-ket-hop-tac-voi-phap-20251002171836608.htm






Komentar (0)