
Menjaga lingkungan sekolah yang damai.
Di Kelurahan Hoa Xuan, Letnan Kolonel Nguyen Van Quy, Kepala Kepolisian Kelurahan, mengatakan bahwa untuk meningkatkan kesadaran di kalangan siswa tentang dampak berbahaya narkoba dan rokok elektrik, Departemen Investigasi Kejahatan Narkoba Kepolisian Kota Da Nang berkoordinasi dengan SMA Nguyen Van Thoai untuk menyelenggarakan sesi penyebaran pengetahuan hukum bagi lebih dari 1.232 siswa.
Melalui presentasi visual yang jelas dan menarik, para pembicara dari Departemen Kepolisian Investigasi Kejahatan Narkoba memberikan informasi dasar tentang cara mengidentifikasi jenis-jenis narkoba umum, metode dan taktik yang digunakan oleh individu jahat untuk memikat dan membujuk, terutama siswa. Lebih dari sekadar menyebarkan pengetahuan, presentasi ini juga berfokus pada peringatan tentang konsekuensi serius terhadap kesehatan, psikologis, dan masa depan bagi kaum muda yang menggunakan narkoba dan rokok elektrik.
Menurut Bapak Dang Hung Thuong, Kepala Sekolah SMA Nguyen Van Thoai, melalui skenario kehidupan nyata dan sesi tanya jawab langsung, siswa dibekali dengan keterampilan tambahan untuk mengidentifikasi risiko, melindungi diri mereka sendiri, dan secara proaktif menolak narkoba. Penguatan kampanye kesadaran merupakan solusi praktis untuk pencegahan dini dan proaktif, berkontribusi dalam membangun lingkungan sekolah yang aman dan sehat, sekaligus mendorong koordinasi antara kepolisian dan sektor pendidikan dalam mengelola dan mendidik siswa.

Tidak hanya di tingkat sekolah menengah, tetapi pencegahan dan pengendalian narkoba di sekolah juga ditekankan di lingkungan universitas. Di Kelurahan Thanh Khe, Unit Investigasi Kejahatan Narkoba Kepolisian Kota Da Nang baru-baru ini berkoordinasi dengan Universitas Pendidikan Jasmani dan Olahraga Da Nang untuk menyelenggarakan kampanye peningkatan kesadaran tentang pencegahan dan pengendalian narkoba serta penggunaan zat adiktif bagi staf, dosen, dan mahasiswa universitas.
Selama program tersebut, pembicara memberikan informasi tentang situasi kejahatan dan penyalahgunaan narkoba saat ini, dan memperingatkan tentang tren narkoba yang menyusup ke sekolah dalam berbagai bentuk yang canggih seperti narkoba yang disamarkan, rokok elektrik, gas tertawa, atau stimulan yang disamarkan sebagai makanan dan minuman.
Nguyen Phuong Anh, seorang mahasiswi tahun kedua di universitas tersebut, berbagi bahwa melalui kampanye kesadaran tersebut, ia memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang efek berbahaya narkoba dan rokok elektrik terhadap kesehatan. "Sebelumnya, saya mengira rokok elektrik kurang berbahaya daripada rokok biasa, tetapi setelah kampanye tersebut, saya mengetahui bahwa rokok elektrik mengandung banyak zat beracun, mudah menyebabkan kecanduan, dan sangat memengaruhi kesehatan," kata Phuong Anh.
Salah satu daya tarik program ini adalah presentasi visual tentang perlengkapan narkoba, alat-alat yang digunakan untuk mengonsumsi narkoba, dan zat-zat adiktif umum. Hal ini bertujuan untuk membantu siswa lebih mudah mengidentifikasi narkoba yang disamarkan yang muncul dalam kehidupan sehari-hari, meningkatkan kewaspadaan mereka, dan secara proaktif mencegah penggunaan narkoba.
Membangun "perisai" untuk melindungi sekolah.
Pencegahan dan pengendalian narkoba di sekolah bukan hanya menjadi perhatian di daerah perkotaan, tetapi juga di daerah pegunungan. Baru-baru ini, di komune Nam Tra My, Sekolah Dasar Kim Dong menyelenggarakan program kesadaran pencegahan dan pengendalian narkoba serta meluncurkan model "Sekolah Bebas Narkoba dan Tembakau" untuk tahun ajaran 2025-2026.
Untuk memastikan efektivitas kampanye kesadaran tersebut, petugas kepolisian komune menyebarkan informasi praktis tentang dampak berbahaya dari narkoba, tembakau, dan rokok elektrik, sekaligus membimbing siswa tentang cara mengenali tanda-tanda dan taktik yang digunakan oleh pelaku kejahatan narkoba, serta keterampilan membela diri.
.jpg)
Para siswa juga berkesempatan untuk berinteraksi, menjawab pertanyaan, dan memperoleh pengetahuan berharga terkait pencegahan dan pengendalian narkoba di sekolah.
Letnan Kolonel Pham The Long, Kepala Kepolisian Komune Nam Tra My, mengatakan bahwa selain kegiatan propaganda, sekolah tersebut telah meluncurkan model "Sekolah Bebas Narkoba dan Tembakau" dan menerapkan program penandatanganan komitmen untuk seluruh staf, guru, dan siswa di sekolah tersebut.
Komitmen ini berfokus pada tidak menggunakan, memiliki, atau mengangkut narkoba secara ilegal; tidak merokok rokok atau rokok elektrik; dan secara aktif mempromosikan serta mendorong anggota keluarga untuk melakukan hal yang sama.
Menurut Letnan Kolonel Pham The Long, mengingat meningkatnya prevalensi narkoba dan rokok elektrik yang menargetkan kaum muda, mempromosikan kesadaran dan pendidikan tentang keterampilan pencegahan di sekolah merupakan kebutuhan mendesak. Kerja sama erat antara polisi, sekolah, keluarga, dan masyarakat akan berkontribusi dalam menciptakan "perisai" untuk melindungi siswa dari godaan dan bahaya narkoba, membangun lingkungan sekolah yang aman, sehat, dan berkembang secara holistik.
Sumber: https://baodanang.vn/xay-dung-moi-truong-hoc-duong-lanh-manh-3337430.html











Komentar (0)