Baru-baru ini, pada sore hari tanggal 20 Mei, seorang wanita berusia 42 tahun, saat mengendarai sepeda motornya di Jalan Raya Nasional 1 di komune Binh Duc (provinsi Tay Ninh ), menunjukkan tanda-tanda kelelahan, melambat, menepi ke sebidang tanah kosong di pinggir jalan, pingsan, dan kemudian meninggal karena stroke.
Stroke terjadi ketika pembuluh darah yang memasok otak tersumbat (iskemik) atau pecah (hemoragik), sehingga otak kekurangan oksigen dan menyebabkan sel-sel otak mati. Selain usia dan faktor genetik, penyebab utama stroke berasal dari beberapa kondisi medis berbahaya yang mendasarinya, yang pada gilirannya berasal dari gaya hidup tidak sehat. Ini termasuk penyalahgunaan zat; pola makan tidak sehat; kurang olahraga; stres psikologis yang berkepanjangan; hubungan yang tidak sehat; dan kecemasan. Gaya hidup tidak sehat ini menyebabkan kondisi yang mendasarinya yang merupakan faktor risiko langsung untuk stroke, seperti hipertensi, penyakit kardiovaskular, diabetes, dan dislipidemia. Secara khusus, aktivitas fisik yang berlebihan atau stres ekstrem yang menyebabkan kelelahan meningkatkan risiko stroke.
Di Vietnam, Rumah Sakit Jantung Hanoi melaporkan peningkatan tahunan sebesar 10-20% dalam kasus penyakit kardiovaskular, dengan jumlah pasien berusia 30-40 tahun yang terus meningkat, bahkan di bawah 30 tahun. Menurut statistik, penyakit kardiovaskular menyebabkan lebih dari 200.000 kematian di Vietnam setiap tahunnya. Perwakilan dari Asosiasi Kardiologi Hanoi menyatakan bahwa penyakit yang sebelumnya hanya terlihat pada orang berusia di atas 50 tahun, seperti hipertensi dan penyakit arteri koroner, kini umum terjadi pada kelompok usia 30-40 tahun. Kementerian Kesehatan mencatat pada tahun 2023 bahwa 5-7% kasus stroke terjadi pada orang di bawah 45 tahun, angka ini meningkat sekitar 2% setiap tahunnya, terkonsentrasi di Hanoi dan Kota Ho Chi Minh. Secara global, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa stroke bukan lagi penyakit yang hanya menyerang lansia, dengan 10-15% dari semua kasus stroke di seluruh dunia terjadi pada orang di bawah 45 tahun.
Kebijakan Partai dan Negara untuk menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan rutin dan skrining gratis bagi seluruh warga negara, yang rencananya akan diimplementasikan oleh daerah-daerah pada tahun 2026, akan memberikan kontribusi signifikan terhadap pencegahan dan pengendalian penyakit secara umum, serta stroke secara khusus. Perkembangan sosial-ekonomi seluruh negeri telah mengalami kemajuan yang luar biasa. Sejalan dengan prinsip pembangunan tanpa meninggalkan siapa pun, tidak ada seorang pun yang dibiarkan hidup dalam kemiskinan atau kelaparan. Aspirasi umum setiap individu adalah mencapai tujuan seperti kekayaan, mobil, dan rumah… Dengan kata lain, kondisi kehidupan saat ini jauh lebih baik daripada di masa lalu, dan kualitas hidup telah meningkat secara signifikan; namun, angka kematian akibat stroke lebih tinggi daripada sebelumnya, yang merupakan sebuah paradoks.
Kebijakan pemeriksaan dan skrining kesehatan rutin gratis untuk semua warga negara akan memberikan kontribusi signifikan untuk menghilangkan paradoks ini. Opini publik juga berharap bahwa, selain pemeriksaan dan skrining kesehatan, pihak berwenang juga akan lebih gencar mempromosikan gaya hidup ilmiah dan sehat kepada semua warga negara, mendorong mereka untuk menghindari stres berlebihan dan hubungan yang berbahaya, demi melindungi kesehatan mereka sendiri.
Sumber: https://baophapluat.vn/xoa-bo-nghich-ly-tre-hoa-benh-tat.html











Komentar (0)