|
Zirkzee tidak perlu menguasai bola terlalu lama. Dia memilih untuk menyentuhnya secukupnya, mengoper dengan cepat, dan bergerak cerdas untuk menciptakan ruang di depannya. |
27 menit bukanlah waktu yang cukup lama untuk menciptakan statistik yang spektakuler. Tetapi dalam sepak bola tingkat atas, terutama di Manchester United saat ini, nilai terkadang terletak pada apakah seorang pemain dapat menggerakkan kembali jalannya pertandingan.
Joshua Zirkzee mencapai hal ini saat melawan Leeds United di putaran ke-20 Liga Premier pada 4 Januari, meskipun ia hanya masuk sebagai pemain pengganti.
22 sentuhan, 20 umpan, 14 umpan akurat. Angka-angka ini mungkin tidak tampak mengesankan pada pandangan pertama, tetapi dalam konteks Manchester United yang kesulitan mempertahankan kendali permainan, angka-angka tersebut memiliki makna yang berbeda.
Zirkzee tidak perlu menguasai bola terlalu lama. Dia memilih untuk menyentuhnya secukupnya, mengoper dengan cepat, dan bergerak cerdas untuk menciptakan ruang di depannya.
Aspek yang paling mencolok adalah lima operan ke sepertiga akhir lapangan. Manchester United telah memainkan terlalu banyak pertandingan di mana bola diarahkan tepat di depan area ini.
|
Zirkzee bukanlah tipe penyerang tengah yang hanya menunggu bola di kotak penalti. Dia mundur, menarik perhatian bek tengah lawan, menciptakan ruang bagi lini serang kedua. |
Saat Zirkzee masuk, alur permainan kembali pulih. Dua peluang tercipta, salah satunya adalah peluang emas, dan berujung pada sebuah assist. Itu bukanlah momen yang kebetulan, melainkan hasil dari pembacaan situasi yang lebih baik daripada yang ditunjukkan rekan-rekan setimnya sebelumnya.
Zirkzee bukanlah tipe penyerang tengah yang hanya menunggu bola di kotak penalti. Dia mundur, menarik perhatian bek tengah lawan, menciptakan ruang bagi lini serang kedua.
Ini sangat penting bagi Manchester United saat ini, karena penyerang sayap mereka sering dinetralisir dan lini tengah kurang memiliki kerja sama tim. Kedatangannya memaksa Leeds untuk melakukan penyesuaian, meskipun waktu semakin menipis.
Dari perspektif taktis, 27 menit penampilan Zirkzee menunjukkan arah yang lebih jelas bagi Manchester United. Dengan seorang penyerang nomor 9 yang mampu menahan bola, mengoper, dan memposisikan diri dengan baik, para pemain di sekitarnya merasa lebih mudah untuk bermain. Pergerakan bola tidak lagi dipaksakan, dan serangan memiliki jeda yang diperlukan. United bermain lebih tenang dan tidak panik.
Perlu dicatat bahwa Zirkzee tidak memainkan sepak bola yang mencolok. Dia tidak banyak menggiring bola, juga tidak terus-menerus menembak. Dia memilih untuk bekerja dengan tenang, tetapi efektif.
|
Zirkzee tidak memainkan sepak bola yang mencolok. Dia tidak banyak menggiring bola, juga tidak terus-menerus menembak. Dia memilih untuk bekerja dengan tenang, tetapi efektif. |
Dalam tim yang kurang stabil, itu adalah kualitas yang langka. Manchester United tidak kekurangan pemain yang ingin menjadi pusat perhatian. Mereka kekurangan pemain yang tahu bagaimana memberikan dukungan.
Tentu saja, 27 menit bukanlah ukuran akhir. Zirkzee membutuhkan lebih banyak waktu, lebih banyak pertandingan untuk membuktikan bahwa dia layak mendapatkan peran yang lebih besar.
Namun dalam konteks saat ini, setiap hal kecil patut diapresiasi. Sebuah assist, beberapa umpan tepat sasaran, dan yang terpenting, perasaan bahwa tim bermain lebih kompak ketika dia berada di lapangan.
Manchester United sedang berada dalam fase di mana mereka membutuhkan detail-detail seperti itu. Bukan janji-janji muluk, tetapi kontribusi nyata, meskipun singkat. Zirkzee, dengan 27 menit bermain melawan Leeds, mengirimkan pesan yang jelas: dia bisa menjadi solusi untuk masalah koneksi yang telah lama dihadapi Old Trafford.
Sumber: https://znews.vn/27-phut-cua-zirkzee-post1616756.html









Komentar (0)