Kopi bukan hanya minuman yang menyegarkan di pagi hari, tetapi juga dapat membantu secara signifikan dalam mengurangi lemak visceral – jenis lemak yang paling berbahaya bagi kesehatan kardiovaskular dan metabolisme.
Lemak perut, terutama lemak visceral—lemak yang mengelilingi organ-organ seperti hati, usus, dan lambung—tidak hanya memengaruhi penampilan tetapi juga meningkatkan risiko penyakit serius seperti penyakit kardiovaskular, diabetes, dan gangguan metabolisme.
Namun, sebuah studi yang baru saja diterbitkan menunjukkan bahwa orang yang minum rata-rata 1,7 cangkir kopi per hari memiliki kadar lemak visceral yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang tidak minum kopi.
Jadi, apa yang membuat kopi menjadi minuman yang efektif untuk mengurangi lemak perut? Berikut tiga alasan yang telah terbukti secara ilmiah :
1. Meningkatkan metabolisme berkat kafein.

Selain menjadi minuman yang menyegarkan di pagi hari, kopi juga dapat membantu secara signifikan dalam mengurangi lemak visceral (Foto: Getty).
Kafein dalam kopi telah lama dikenal karena kemampuannya untuk menstimulasi sistem saraf dan meningkatkan metabolisme energi.
Menurut Dr. Megan Byrd, seorang ahli nutrisi di EatingWell , kafein dapat meningkatkan metabolisme Anda sebesar 5-20% dalam waktu 3 jam setelah dikonsumsi. Hal ini memungkinkan tubuh untuk menggunakan lebih banyak energi, membantu membakar lemak berlebih, termasuk lemak perut.
2. Kaya akan antioksidan yang membantu memecah lemak.
Sedikit orang yang tahu bahwa kopi mengandung lebih banyak antioksidan daripada teh hijau dan anggur merah. Secangkir kopi dapat menyediakan 200-550 mg senyawa antioksidan seperti asam klorogenik dan kafeostol – dua komponen yang telah terbukti memiliki dampak positif dalam mengurangi lemak visceral dan lingkar pinggang.
Dr. Beth Conlon, seorang ahli nutrisi di New Jersey (AS), mengatakan: "Asam klorogenik membantu memperlambat penyerapan glukosa dan merangsang pemecahan lemak, sementara kafeostol dapat memengaruhi gen yang mengatur metabolisme, sehingga berkontribusi pada pengurangan lemak tubuh."
3. Mengurangi nafsu makan
Kafein juga dapat membantu Anda merasa kenyang lebih lama. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kopi dapat mengurangi hormon ghrelin, yang merangsang perasaan lapar.
Meskipun hasilnya tidak sepenuhnya konsisten di berbagai penelitian, minum kopi setelah makan dapat membantu mengurangi kebiasaan ngemil yang tidak terkontrol, sehingga berkontribusi pada pengendalian kalori dan pengurangan lemak perut.
Catatan: Dr. Conlon memperingatkan bahwa kopi tidak dapat menggantikan makanan. Puasa dan hanya mengandalkan kopi dapat membahayakan kesehatan secara keseluruhan dan memperlambat metabolisme. Kopi harus dikombinasikan dengan diet bergizi dan olahraga sedang.
Bagaimana cara minum kopi yang efektif untuk mengurangi lemak perut?
Tidak semua kopi diciptakan sama. Kopi es dengan susu atau latte dengan banyak krim dan gula dapat menambah kalori yang tidak diinginkan.

Kopi dengan susu atau latte dengan banyak krim dan gula dapat meningkatkan asupan kalori Anda (Foto: Tú Anh).
Saran dari ahli:
- Lebih suka kopi hitam murni, tanpa tambahan gula atau susu kental manis.
- Untuk pengalaman yang lebih nikmat, Anda bisa menambahkan susu nabati tanpa pemanis atau susu skim.
- Waktu terbaik untuk minum: pagi hari atau sebelum jam 2 siang agar tidak mengganggu tidur.
- Padukan kopi dengan diet seimbang dan gaya hidup aktif untuk mengoptimalkan efektivitas pengurangan lemak perut.
Meskipun kopi dapat membantu mengurangi lemak visceral, kopi bukanlah "obat mujarab".
Keberhasilan mengurangi lemak perut tetap bergantung pada gaya hidup sehat: diet seimbang, olahraga teratur, dan tidur yang cukup. Secangkir kopi di pagi hari bisa menjadi titik awal yang kecil namun positif dalam perjalanan Anda untuk meningkatkan fisik dan kesehatan.
Sumber: https://dantri.com.vn/suc-khoe/3-ly-do-khien-ca-phe-la-thuc-uong-dot-mo-bung-hang-dau-20250509082436927.htm






Komentar (0)