Perubahan warna, nyeri, pembengkakan, luka, dan perubahan rasa saat makan dapat menjadi tanda peringatan kondisi lidah seperti sariawan, lidah pecah-pecah, atau leukoplakia.
Sariawan mulut
Sariawan mulut adalah infeksi jamur pada mulut, yang umumnya terjadi pada anak kecil dan orang dewasa dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti penderita HIV.
Sariawan mulut menyebabkan lesi putih pada lidah, pipi, gusi, amandel, atau langit-langit mulut. Gejalanya meliputi hilangnya rasa; kemerahan dan nyeri di dalam dan di sudut mulut; dan kesulitan menelan. Sariawan mulut biasanya diobati dengan obat antijamur.
Glossitis tengah berbentuk belah ketupat
Ini adalah bentuk spesifik infeksi Candida, yang ditandai dengan plak merah dan atrofi di sepanjang garis tengah lidah, di tempat pertemuan dua pertiga bagian depan dan sepertiga bagian belakang lidah. Kondisi ini biasanya muncul sebagai nodul halus, merah, datar atau menonjol berukuran 2-3 cm; umumnya terjadi pada pria berusia 30-50 tahun, terkadang dengan sedikit atau tanpa gejala.
Perubahan rasa bisa menjadi tanda peringatan adanya masalah pada lidah. Foto: Freepik
Lidah pecah-pecah
Lidah yang pecah-pecah menciptakan alur-alur kecil di permukaannya. Retakan tersebut bisa dalam atau dangkal, banyak atau hanya satu. Kondisi ini lebih umum terjadi pada orang lanjut usia, dan pria lebih sering terkena daripada wanita. Lidah yang pecah-pecah tidak menular dan tidak berbahaya.
Glossitis atrofik
Glossitis atrofik dapat terjadi akibat cedera, reaksi alergi, penyakit, anemia, dan malnutrisi. Kekurangan vitamin dan mineral seperti zat besi, asam folat, seng, dan vitamin B12 juga dapat menyebabkan kondisi ini. Gejalanya meliputi pembengkakan, rasa terbakar atau gatal pada lidah, perubahan warna lidah, dan kesulitan menelan.
Pisau peta
Lidah geografis adalah kondisi peradangan jinak pada mulut yang ditandai dengan hilangnya epitel, terutama papila pada permukaan dorsal lidah. Lidah geografis juga disebut glossitis migrasi jinak karena lesinya berpindah-pindah. Terkadang, lesi muncul di pipi, di bawah lidah, di gusi, atau di langit-langit mulut.
Lidah berbulu
Kondisi ini ditandai dengan lapisan rambut halus abnormal yang menutupi permukaan lidah, disertai pengelupasan jaringan di bawah lidah. Hal ini terjadi karena kurangnya stimulasi pada ujung lidah.
Penampilan lidah berbulu bervariasi tergantung pada penyebabnya. Lidah bisa berwarna hijau, putih, cokelat, atau merah muda. Jika terdapat jamur atau bakteri, lidah akan berwarna hitam. Lidah berbulu menyebabkan pasien mengalami rasa yang tidak biasa, sensasi terbakar, dan kesulitan menelan.
Leukoplakia
Kondisi ini ditandai dengan munculnya bintik-bintik atau bercak putih di atas dan di bawah lidah, serta di bagian dalam pipi. Kondisi ini sering disebabkan oleh kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol yang berlebihan.
Leukoplakia bisa menjadi tanda bahwa kanker lidah sedang berkembang. Identifikasi kanker bergantung pada sel-sel abnormal serta bentuk dan ukuran bercak putih; metode yang paling umum adalah biopsi.
Lidah yang terbakar
Kondisi ini melibatkan sensasi terbakar di langit-langit mulut dan lidah, seringkali disertai rasa sakit tiba-tiba yang kemudian menghilang. Gejala utama dari luka bakar lidah adalah rasa mulut kering.
Penderita diabetes, kekurangan vitamin B12, B9, atau zat besi, atau infeksi sariawan mulut sering mengalami sensasi terbakar di lidah mereka.
Hipertrofi lidah
Hipertrofi lidah, juga dikenal sebagai megatongue, adalah kondisi di mana lidah membesar secara tidak normal. Gejalanya meliputi bicara cadel, kesulitan makan dan menelan, mendengkur, sariawan, dan perkembangan gigi dan rahang yang tidak normal.
Sindrom Beckwith-Wiedemann, hipotiroidisme kongenital, dan sindrom Down semuanya dapat menyebabkan makroglosia (lidah besar). Perawatan seperti pembedahan dan terapi wicara dapat membantu memperbaiki kemampuan berbicara, mengunyah, dan penampilan.
Kucing Mai (Menurut Very Well Health )
| Pembaca dapat mengajukan pertanyaan tentang penyakit telinga, hidung, dan tenggorokan di sini agar dijawab oleh dokter. |
Tautan sumber






Komentar (0)