
Sebagian orang dengan sistem pencernaan yang sensitif sebaiknya menghindari makan atau minum makanan dan minuman dingin - Ilustrasi oleh AI
Namun, menurut pedoman dari Departemen Keamanan Pangan ( Kementerian Kesehatan ), tidak semua orang cocok mengonsumsi makanan dingin, terutama mereka yang memiliki kondisi tubuh lemah atau penyakit kronis. Konsumsi makanan dingin yang tidak tepat dapat lebih berbahaya daripada bermanfaat, dan hanya memberikan bantuan sementara.
Orang dengan sistem pencernaan yang lemah (kembung, diare, gastritis, dll.) sebaiknya menghindari makanan dingin. Makanan dingin dapat dengan mudah menyempitkan pembuluh darah di lambung dan usus, sehingga memengaruhi proses pencernaan.
Orang yang sering mengalami kembung, gangguan pencernaan, atau kelainan pencernaan lebih mungkin mengalami gejala yang memburuk saat mengonsumsi makanan dingin. Penderita penyakit pernapasan (sakit tenggorokan, radang amandel, asma, dll.) juga lebih mungkin mengalami reaksi negatif jika mereka banyak mengonsumsi makanan dingin.
Makanan dingin mudah mengiritasi lapisan tenggorokan, menyebabkan peradangan atau memicu kambuhnya penyakit pernapasan kronis. Anak-anak atau orang dewasa dengan riwayat sakit tenggorokan atau bronkitis sangat rentan terhadap kekambuhan saat minum air es atau makan es krim. Hal ini juga berlaku untuk orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah (anak kecil, lansia, wanita hamil).
Sistem kekebalan tubuh yang lemah membuat tubuh sulit beradaptasi dengan perubahan suhu yang tiba-tiba. Mengonsumsi makanan dingin dapat menyebabkan hipotermia, yang dengan mudah menyebabkan pilek atau infeksi usus.
Selama menstruasi, mengonsumsi makanan dan minuman dingin dapat dengan mudah menyebabkan kontraksi rahim, yang mengakibatkan kram menstruasi yang lebih parah dan memengaruhi sirkulasi darah. Secara khusus, beberapa wanita mengalami gejala kedinginan bahkan di musim panas, seperti tangan dan kaki dingin, sensitivitas terhadap dingin, dan diare.
Tambahkan produk yang menyegarkan.
Jadi, apa yang sebaiknya dikonsumsi orang-orang ini untuk menghindari efek negatif pada tubuh mereka? Menurut pedoman Badan Pengawasan Makanan (Food Safety Administration), alih-alih makanan dingin, Anda sebaiknya melengkapi diet Anda dengan makanan yang menyejukkan, mudah dicerna, dan bergizi seperti: sayuran dan buah-buahan yang menyejukkan, semangka, mentimun, buah naga, jeruk, jeruk bali, centella, pare, houttuynia cordata… untuk membantu mendinginkan tubuh, menyediakan air dan vitamin.
Konsumsilah buah-buahan segar atau jus, batasi penambahan es . Makanlah sup yang menyejukkan seperti: sup labu air, sup kangkung, sup kucai, atau sup rumput laut untuk mendinginkan tubuh dan membantu pencernaan.
Makanan yang mudah dicerna dan kaya air seperti bubur, sup ringan, bihun, dan pho mudah dicerna dan membantu tubuh mempertahankan air dengan baik selama musim panas.
Faktor penting lainnya adalah minum air dengan benar . Prioritaskan air yang disaring, teh herbal, dan minuman pendingin (seperti jus pegagan, teh artichoke, atau air kacang hitam panggang), minum sedikit demi sedikit sepanjang hari. Hindari minum air es, terutama setelah berolahraga atau terpapar sinar matahari.
Untuk melindungi kesehatan Anda, jika Anda termasuk orang yang harus menghindari makanan dingin, jangan biarkan "keinginan Anda akan makanan dingin" menipu kesehatan Anda.
Konsumsi minuman dingin sebaiknya dilakukan dalam jumlah sedang, tidak berlebihan, untuk menghindari efek jangka panjang. Bahkan orang sehat pun sebaiknya membatasi minum air yang sangat dingin setelah berolahraga, mandi, atau makan makanan berat.
Sumber: https://tuoitre.vn/ai-khong-nen-an-do-lanh-mua-he-20250606154553187.htm






Komentar (0)