![]() |
Prestoni telah dikenai larangan sementara untuk satu pertandingan. |
Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada malam hari tanggal 23 Februari, UEFA mengumumkan bahwa mereka telah menunjuk seorang Inspektur Etika dan Disiplin (EDI) untuk menyelidiki tuduhan perilaku diskriminatif dalam pertandingan antara Benfica dan Real Madrid.
Berdasarkan laporan sementara EDI, Komite Pengawasan, Etika dan Disiplin (CEDB) memutuskan untuk menangguhkan sementara Prestianni untuk satu pertandingan dalam kompetisi klub UEFA, karena diduga melanggar Pasal 14 Peraturan Disiplin tentang perilaku diskriminatif.
UEFA menekankan bahwa skorsing tersebut hanya bersifat sementara dan tidak akan memengaruhi keputusan akhir setelah investigasi selesai. UEFA juga menyatakan akan merilis informasi lebih lanjut setelah kesimpulan resmi tercapai. Oleh karena itu, Prestoni tidak akan dapat bermain saat Benfica kembali menghadapi Real Madrid pada 26 Februari.
Menurut laporan awal, Prestianni diduga melontarkan komentar diskriminatif dan ofensif terhadap bintang Brasil dari Real Madrid tersebut selama leg pertama. Insiden itu terjadi setelah Vinicius mencetak gol di babak kedua.
Rekaman televisi menunjukkan seorang pemain Benfica menutupi mulutnya dengan bajunya saat terjadi adu mulut sengit dengan sekelompok pemain Real Madrid. Segera setelah itu, Vinicius bergegas melaporkan pelecehan rasis tersebut kepada wasit. Pertandingan dihentikan sementara selama 10 menit sementara wasit menangani insiden tersebut.
Insiden tersebut semakin memicu kemarahan atas rasisme dalam sepak bola, terutama karena Vinicius telah berulang kali menjadi target tindakan serupa dalam beberapa tahun terakhir.
Sumber: https://znews.vn/an-cam-thi-dau-danh-cho-cau-thu-benfica-post1629743.html







Komentar (0)