Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Độc lập - Tự do - Hạnh phúc

Hubungan Multi India

Báo Sài Gòn Giải phóngBáo Sài Gòn Giải phóng02/03/2024

[iklan_1]

India ingin berbagi keahlian dan pengalaman digitalnya dengan negara-negara di belahan bumi selatan untuk mengerjakan berbagai proyek, ujar Komisaris Tinggi India untuk Afrika Selatan, Prabhat Kumar. Para pengamat mengatakan ini bisa menjadi langkah selanjutnya dalam upaya India untuk memperluas pengaruhnya di dunia yang terus berubah.

Dari teknologi digital…

Menurut Komisaris Kumar, ekonomi India tumbuh pesat dan saat ini merupakan ekonomi utama dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Dalam lima tahun ke depan, India diperkirakan akan menjadi ekonomi terbesar ketiga di dunia dengan PDB melebihi $5 triliun.

"Kami percaya bahwa dunia adalah satu keluarga dan kami harus berbagi apa yang kami miliki dengan dunia. Ini bukan sekadar slogan. Kami telah mengikuti filosofi ini di masa lalu dan akan terus melakukannya di masa depan," ujar Kumar, merujuk pada dukungan India berupa vaksin, obat-obatan, dan peralatan medis kepada lebih dari 150 negara selama pandemi Covid-19.

cn8c-9324.jpg
India siap berbagi teknologi digital dengan Belahan Bumi Selatan. Foto: MINT

Diplomat India mengutip laporan Asosiasi Nasional Perusahaan Perangkat Lunak dan Layanan yang menyatakan bahwa rencana infrastruktur publik digital India berpotensi menjadikan negara itu ekonomi senilai $8 triliun pada tahun 2030. India juga telah membuat gebrakan melalui program-program seperti ID unik, perbankan digital, antarmuka pembayaran terpadu, distribusi vaksin digital, dan transfer manfaat secara langsung.

Selain itu, terdapat organisasi-organisasi global yang didirikan bersama dengan inisiatif-inisiatif India seperti Aliansi Energi Surya Internasional, Aliansi Biofuel Global, atau Aliansi Infrastruktur Tangguh Bencana “untuk mengatasi masalah keamanan energi dan iklim”.

…ke faktor kunci

"Kita berada di momen yang unik, momen polarisasi ekstrem. Semua ini telah menempatkan India di pusat banyak perbincangan," ujar Profesor Harsh V. Pant, Wakil Presiden Observer Research Foundation yang berbasis di New Delhi. Lalu, bisakah India memainkan peran sebagai pembawa damai, mediator antara Utara dan Selatan, bahkan antara Timur dan Barat?

"India telah memanfaatkan peluang perubahan global dan memanfaatkan gejolak dunia," ujar Shivshankar Menon, pakar Tiongkok dan mantan duta besar India untuk Beijing. "Akan klise jika mengatakan bahwa waktunya telah tiba bagi India. Saya ingin mengatakan bahwa India telah diuntungkan karena ketika Barat menghadapi Rusia dan menjatuhkan sanksi, banyak negara di dunia tidak senang dengan keputusan tersebut. Mereka tidak ingin memilih antara Barat dan Moskow, atau antara Washington dan Beijing. Mereka mencari opsi ketiga. Dan dunia telah memberi ruang bagi India."

Untuk memanfaatkan "platform" yang melambangkan kekuatan diplomatik India yang semakin berkembang ini secara maksimal, Menteri Luar Negeri India S. Jaishankar telah mencetuskan sebuah konsep orisinal: "Multi-alignment". Sebuah konsep yang dapat dipahami sebagai sebuah metode yang diterapkan untuk melayani kepentingan negara sebaik-baiknya. Penolakan untuk memihak – yang telah menjadi sikap konsisten India – dapat digunakan sebagai alasan untuk berdialog dengan semua pihak, yang merupakan hal baru.

Sintesis MINH CHAU


[iklan_2]
Sumber

Komentar (0)

No data
No data

Dalam topik yang sama

Dalam kategori yang sama

Jet tempur Su-30-MK2 jatuhkan peluru pengacau, helikopter mengibarkan bendera di langit ibu kota
Puaskan mata Anda dengan jet tempur Su-30MK2 yang menjatuhkan perangkap panas yang bersinar di langit ibu kota
(Langsung) Gladi bersih perayaan, pawai, dan pawai Hari Nasional 2 September
Duong Hoang Yen menyanyikan "Tanah Air di Bawah Sinar Matahari" secara a cappella yang menimbulkan emosi yang kuat

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

No videos available

Berita

Sistem Politik

Lokal

Produk