Mengonsumsi makanan tinggi garam dapat menimbulkan masalah kulit seperti kulit mengelupas, berjerawat, mata bengkak dan penuaan dini.
Natrium merupakan nutrisi penting dalam pola makan. Namun, mengonsumsi terlalu banyak natrium dapat memengaruhi kesehatan seperti tekanan darah tinggi, edema, kembung, dehidrasi, kulit kering, dan penuaan. Berikut adalah risiko bagi kulit jika Anda mengonsumsi terlalu banyak garam (natrium klorida).
Kulit kering dan bersisik
Mengonsumsi natrium dalam jumlah besar mengurangi jumlah air yang diserap organ dalam tubuh Anda. Hal ini menyebabkan tubuh menarik air dari sel dan kulit, yang mengakibatkan dehidrasi. Seiring waktu, kulit Anda menjadi kering dan bersisik.
Peningkatan sekresi sebum
Makanan asin tidak hanya membuat Anda dehidrasi, tetapi juga menyebabkan kulit memproduksi lebih banyak minyak untuk menjaganya tetap terhidrasi. Kulit berminyak meningkatkan risiko pori-pori tersumbat, menyebabkan peradangan dan memicu komedo hitam, komedo putih, serta jerawat.
Kulit gatal
Makanan tinggi garam sering kali merangsang sistem saraf tepi, menyebabkan kerusakan kulit yang menyebabkan gatal dan rasa tidak nyaman. Oleh karena itu, penderita eksim sebaiknya membatasi asupan garam. Menurut sebuah studi tahun 2019 yang diterbitkan oleh Universitas München, Jerman, kandungan natrium dalam garam dapat meningkatkan respons imun yang berkaitan dengan dermatitis atopik.
Mengonsumsi makanan tinggi garam dapat menyebabkan masalah kulit. Foto: Freepik
Penuaan dini
Pola makan tinggi garam dapat mempercepat penuaan. Mengonsumsi makanan yang digoreng dengan minyak pada suhu tinggi juga melepaskan radikal bebas, yang dapat merusak DNA dan mempercepat penuaan.
Sebuah studi tahun 2023 dari Institut Jantung, Paru-paru, dan Darah Nasional AS menemukan bahwa kadar natrium darah di atas ambang batas tertentu mempercepat penuaan, meningkatkan risiko penyakit kronis, dan kematian dini. Data tersebut menganalisis lebih dari 15.000 orang, berusia 45-66 tahun, di atas 25 tahun.
Mata bengkak
Garam menyebabkan tubuh menahan air, yang menyebabkan mata bengkak karena area di sekitar mata sangat tipis dan sensitif. Saat Anda mengonsumsi makanan asin, tubuh menahan lebih banyak air untuk menyeimbangkan kelebihan garam, yang menyebabkan pembengkakan.
Untuk melindungi kulit Anda, batasi penggunaan garam untuk membumbui makanan, gunakan rempah-rempah herbal sebagai gantinya. Hindari makanan olahan karena seringkali tinggi natrium.
Huyen My (Menurut Livestrong )
Pembaca mengirimkan pertanyaan dermatologis di sini agar dokter menjawabnya |
[iklan_2]
Tautan sumber
Komentar (0)