Kemeja ungu bersinar di bawah sinar matahari pagi
Sosokmu bagaikan tamu kerajaan
Senyum di bibirnya
Tak ada anggur tapi hati mabuk
Aku berdiri sambil memandangi bunga-bunga
Membuat orang asing merasa seperti
Bunga pemalu itu pun layu.
Terkulai di pinggir jalan yang banjir
Kemeja juga bunga, itu saja.
Bunga ungu dari dulu kala
Tetapi mengapa langit akhir musim gugur begitu harum?
Pemandangan menjadi kabur, sinar matahari jatuh!
Hati siapakah yang tersentuh oleh puisi tersebut?
Meski takdir tak berpihak, aku tetap berharap
Berkeliaran di tepi sungai yang sepi
Menunggu perjalanan itu untuk mewujudkan mimpiku!/.
Hong Vinh
Sumber: https://baolongan.vn/ao-tim-a197779.html
Komentar (0)