Perlombaan melawan waktu
Di era digital, tekanan waktu pada jurnalis sangat besar. Mereka tidak hanya harus menulis artikel berita dengan cepat untuk mengikuti perkembangan platform digital, tetapi proses verifikasi informasi, yang membutuhkan kecepatan dan akurasi, juga harus dipercepat dan dipastikan. Karena bahkan kesalahan kecil pun dapat menyebabkan konsekuensi signifikan dalam penyebaran informasi di media sosial.

“Bagi saya, tekanan terbesar muncul ketika suatu peristiwa sedang ‘hangat,’ publik memberikan banyak perhatian, dan semua orang menginginkan pers untuk segera memberikan informasi terbaru. Untuk beberapa peristiwa, keterlambatan beberapa menit saja dapat merusak ketepatan waktunya. Namun, justru dalam situasi seperti itulah jurnalis harus lebih berhati-hati. Beberapa informasi dapat memiliki konsekuensi besar jika detail kecil sekalipun salah. Oleh karena itu, saya selalu memprioritaskan akurasi daripada kecepatan,” ujar jurnalis Minh Sáng dari Surat Kabar Pertanian dan Lingkungan Hidup.
Jurnalis Pham Phu Lu dari Surat Kabar Kepolisian Rakyat berbagi: "Saat ini, teknologi dan AI mendukung dan membantu wartawan dalam mencari data, memproses informasi dan angka, menyarankan konten, mengubah ucapan menjadi teks, atau membuat video lebih cepat, tetapi teknologi tidak dapat menggantikan integritas profesional, emosi manusia, dan tanggung jawab sosial jurnalis."
Menurut jurnalis Pham Phu Lu, teknologi dan AI dapat mensintesis data, tetapi mereka tidak dapat menggantikan peran wartawan yang pergi ke lokasi kejadian, merasakan langsung penderitaan keluarga yang kehilangan orang terkasih, memahami tatapan seorang polisi setelah berhari-hari mengejar penjahat, atau emosi orang-orang ketika mereka menerima bantuan di saat kesulitan. Inti dari jurnalisme tetaplah unsur manusia.
Menurut jurnalis Pham Phu Lu, nilai inti jurnalisme di era digital adalah melindungi kebenaran dan memperkuat kepercayaan sosial. Dalam konteks penyebaran berita palsu dan disinformasi yang cepat di internet, jurnalisme arus utama harus lebih menegaskan perannya sebagai sumber informasi yang dapat diandalkan bagi publik. Setiap karya jurnalistik yang jujur, objektif, dan manusiawi tidak hanya memberikan informasi yang akurat tetapi juga berkontribusi dalam membentuk opini publik, menegakkan keadilan, dan menyebarkan nilai-nilai positif dalam masyarakat.
Jurnalis Luong Y dari surat kabar daring VTC News menyatakan bahwa sifat jurnalisme daring menuntut pengiriman gambar dengan cepat untuk memenuhi kebutuhan pembaca akan pembaruan berkelanjutan. Namun, pada acara-acara besar, jurnalis foto sering menghadapi banyak kesulitan seperti koneksi internet yang tidak stabil, lokasi kerja yang terbatas, atau situasi tak terduga di lokasi kejadian, yang secara langsung memengaruhi kualitas dan kecepatan pengiriman gambar.

Jurnalis Luong Y percaya bahwa profesi fotojurnalis tidak hanya membutuhkan refleks cepat tetapi juga pemikiran strategis, kemampuan untuk mengantisipasi situasi, dan membuat keputusan optimal dalam waktu singkat. Terlepas dari keadaan apa pun, keselamatan harus selalu menjadi prioritas utama. Semangat dedikasi adalah persyaratan yang diperlukan bagi mereka yang berprofesi, tetapi harus disertai dengan tanggung jawab profesional dan kepatuhan terhadap peraturan operasional.
Pertahankan kepercayaan publik.
Menurut jurnalis Minh Sang, karakter sejati seorang jurnalis saat ini bukan terletak pada penyampaian berita tercepat, tetapi pada kemampuan mereka untuk menjaga ketenangan, objektivitas, dan kejujuran di hadapan publik. Jurnalisme perlu menarik perhatian agar dapat menjangkau dan menarik pembaca, tetapi hal ini tidak dapat dicapai dengan menggunakan judul sensasional, clickbait, atau eksploitasi berlebihan terhadap aspek negatif. Karya jurnalistik yang baik tidak hanya menarik pembaca dengan daya tarik kebenaran tetapi juga menyampaikan informasi yang positif, akurat, dan manusiawi.

Jurnalis Minh Sang berpendapat bahwa di era ledakan informasi, publik sangat membutuhkan sumber informasi yang dapat diandalkan. Media sosial dapat memenuhi kebutuhan akan pembaruan cepat, tetapi jurnalisme arus utama adalah satu-satunya tempat yang menjamin keaslian, akuntabilitas hukum, dan tanggung jawab sosial atas informasi yang dipublikasikan.
Senada dengan pandangan tersebut, jurnalis Thac Hieu dari Surat Kabar Perwakilan Rakyat berkomentar bahwa integritas profesional seorang jurnalis ditunjukkan dalam kemampuannya untuk menjaga independensi, objektivitas, dan tanggung jawab sosial dalam menghadapi tekanan dari lingkungan media digital.

Baru, 50 tahun setelah Pembebasan.
Menurut jurnalis Thac Hieu, di dunia di mana media sosial sangat kompetitif dalam hal kecepatan, yang membantu jurnalis tetap waspada adalah kesadaran yang jelas akan tanggung jawab sosial mereka. Tidak seperti akun pribadi di media sosial, informasi jurnalistik arus utama tidak hanya mencerminkan peristiwa tetapi juga secara langsung memengaruhi persepsi publik. Oleh karena itu, jurnalis harus memverifikasi sumber, melakukan pengecekan silang informasi, dan mempertimbangkan dampak sosial sebelum menerbitkan. Dalam banyak kasus, memilih untuk "menerbitkan dengan benar" lebih penting daripada "menerbitkan lebih dulu."
Menurut jurnalis Thac Hieu, kepercayaan terhadap jurnalisme arus utama menjadi semakin penting ketika publik dihadapkan pada arus informasi yang saling bertentangan. Jurnalisme tidak hanya menyediakan informasi tetapi juga membantu membentuk opini publik, berkontribusi pada stabilitas sosial. Untuk mempertahankan kepercayaan pembaca, jurnalis perlu berpegang pada prinsip verifikasi informasi, menjaga transparansi dalam pekerjaan mereka, dan berani mengoreksi kesalahan ketika terjadi.
Sumber: https://baotintuc.vn/xa-hoi/ap-luc-phia-sau-dong-chay-tin-tuc-20260620200735740.htm







