
Langkah ini diambil setelah CEO Tim Cook menyatakan bahwa biaya komponen telah meningkat hingga mencapai tingkat yang melebihi kemampuan perusahaan untuk menutupinya.
Menurut Apple, meningkatnya permintaan akan infrastruktur AI menyebabkan produsen semikonduktor memprioritaskan produksi chip memori untuk server AI Nvidia, yang mengakibatkan kekurangan pasokan untuk elektronik konsumen.
Data TrendForce menunjukkan bahwa harga chip memori DRAM global meningkat sebesar 98% pada kuartal pertama dan diperkirakan akan terus naik sekitar 60% pada kuartal ini karena dampak dari demam AI.
Prioritas produsen terhadap chip untuk AI telah meningkatkan margin keuntungan bagi pemasok memori seperti Micron hingga lebih dari 80%, tetapi juga menyebabkan kekurangan komponen dan peningkatan biaya produksi bagi perusahaan elektronik konsumen. Apple mengakui bahwa mereka belum pernah melihat harga komponen naik secepat dan setajam seperti sekarang ini.
Menurut daftar harga terbaru, model MacBook Neo naik dari $599 menjadi $699, setara dengan kenaikan 16,7%. iPad Air 128GB naik $150, menjadi $749, setara dengan kenaikan 25%.
Di segmen kelas atas, MacBook Air 512GB naik harga dari $1.099 menjadi $1.299, sementara MacBook Pro 1TB naik $300 menjadi $1.999. Beberapa produk lain, seperti HomePod dan Apple TV, juga mengalami kenaikan harga.
Berita tentang kenaikan harga Apple, ditambah dengan tekanan biaya di industri tersebut, berdampak pada pasar saham. Saham Apple turun hampir 5%, sementara Dell kehilangan lebih dari 8%.
Ben Bajarin, CEO dari perusahaan konsultan teknologi Creative Strategies, memperkirakan bahwa kekurangan chip memori kemungkinan akan berlanjut untuk beberapa waktu.
Jika pasokan tidak membaik, tekanan kenaikan harga dapat terus menyebar ke banyak perangkat elektronik lainnya. Bagi konsumen, ini berarti biaya peningkatan yang lebih tinggi dan potensi siklus penggunaan yang lebih lama untuk komputer dan tablet.
Sumber: https://hanoimoi.vn/apple-dong-loat-tang-gia-macbook-va-ipad-1209225.html










