Menurut laporan dari Canalys, sekitar 3 juta iPhone dikirim dari India ke AS pada bulan April. Sementara itu, pengiriman iPhone dari China ke AS menurun sekitar 76% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, turun menjadi hanya 900.000 unit.

Apple meningkatkan rencananya untuk memproduksi iPhone di India (Foto: TheVerge).
Menurut Le Xuan Chiew, direktur riset di Omdia, angka-angka bulan April menunjukkan langkah-langkah drastis yang telah diambil Apple untuk beradaptasi dengan tarif yang dikenakan Washington terhadap China.
"Selama bertahun-tahun, Apple telah merencanakan dan mempersiapkan diri untuk situasi ini. Perusahaan ini juga berinvestasi besar-besaran dalam rantai pasokannya di India selama pandemi Covid-19," ungkap seorang ahli di Omdia.
Diperkirakan bahwa India juga melampaui China dalam ekspor iPhone ke AS pada bulan Maret. Menurut Chiew, volume pengiriman yang luar biasa tinggi pada bulan April disebabkan oleh penimbunan stok oleh Apple.
"Kapasitas manufaktur India diperkirakan tidak akan meningkat cukup cepat untuk memenuhi seluruh permintaan AS," kata Chiew.
Omdia memperkirakan permintaan iPhone di AS mencapai sekitar 20 juta unit per kuartal. Namun, India kemungkinan tidak akan mencapai level tersebut hingga tahun 2026.
Sementara itu, Daniel Newman, CEO dan analis utama di perusahaan riset Futurum Group, mengatakan bahwa angka pengiriman mencerminkan proses perakitan akhir, tetapi tidak mewakili keseluruhan rantai pasokan dan proses manufaktur.
"Faktanya, perusahaan harus bekerja keras untuk memindahkan semakin banyak operasi perakitan dari China ke India. Namun, sebagian besar mitra komponennya masih berada di China," kata Newman.
Para analis mengatakan kemampuan India untuk memperluas kapasitas produksi iPhone mungkin dibatasi oleh langkah-langkah proteksionis dari Washington dan Beijing. Menurut Newman, Apple sedang memainkan "permainan berbahaya" dengan Presiden Trump, karena gagal memenuhi target tarif yang ditetapkan pemerintah.

Rencana Apple untuk memproduksi iPhone di India menghadapi kesulitan (Gambar: PCMag).
Baru-baru ini, Presiden Trump mengancam akan mengenakan tarif 25% pada semua pengiriman iPhone dalam sebuah unggahan di media sosial. Ia kembali menegaskan keinginannya agar iPhone yang dijual di AS diproduksi dan dirakit di dalam negeri, "bukan di India atau di tempat lain."
Sementara itu, China juga tidak memfasilitasi diversifikasi Apple di luar negeri. Menurut laporan, Beijing telah berupaya mempersulit India untuk mengakses mesin dan talenta berteknologi tinggi dari China.
Dan Ives, direktur riset di Wedbush Securities, mengatakan rencana Apple di India akan menghadirkan beberapa tantangan terkait logistik, distribusi, dan menavigasi rantai pasokan yang kompleks. Namun, India masih diharapkan menjadi "penyelamat" bagi Apple dalam situasi tarif saat ini.
Sumber: https://dantri.com.vn/cong-nghe/apple-roi-vao-the-kho-20250528120513972.htm






Komentar (0)