Pemerintah Argentina mempercepat penerapan aplikasi kecerdasan buatan (AI) dalam administrasi pemerintahan dan perencanaan kebijakan publik.
Menurut koresponden Kantor Berita Vietnam di Buenos Aires, pemerintah Argentina baru-baru ini mengumumkan program "Kloning Sosial Digital", yang menggunakan AI untuk memproses sejumlah besar data dari lembaga sektor publik dan swasta untuk memprediksi tren sosial, menilai dampak kebijakan, dan mendukung pengambilan keputusan.
Pemerintahan Presiden Javier Milei meyakini bahwa sistem ini akan membantu meningkatkan efisiensi administrasi, mengurangi fragmentasi data, dan mengoptimalkan pengeluaran publik.
Namun, pihak oposisi dan banyak organisasi hak digital telah menyerukan kepada Kongres Argentina untuk menyelidiki transparansi proyek tersebut. Para ahli memperingatkan bahwa sentralisasi data skala besar menggunakan AI dapat menyebabkan risiko penyalahgunaan informasi pribadi dan perluasan pengawasan terhadap warga negara.
Faktanya, Argentina adalah salah satu negara Amerika Latin terkemuka yang bereksperimen dengan AI di sektor publik. Sejak 2017, Kantor Kejaksaan Kota Buenos Aires telah mengembangkan sistem AI bernama "Prometea" untuk mengotomatisasi prosedur peradilan dan administrasi.
Menurut Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD), dari tahun 2017 hingga pertengahan 2020, Prometea membantu menangani 658 kasus terkait perumahan, pekerjaan, dan hak-hak penyandang disabilitas, dengan perkiraan tingkat kesesuaian hingga 90% dalam keputusan jaksa.
Studi yang dilakukan oleh Bank Pembangunan Inter-Amerika (IDB) menunjukkan bahwa sistem ini membantu mempersingkat waktu pemrosesan dokumen penawaran dari 90 menit menjadi hanya 1 menit, dan mengurangi waktu penyelesaian beberapa kasus dari 167 hari menjadi 38 hari.
Di luar sektor peradilan, Argentina saat ini memiliki lebih dari 45 inisiatif AI di tingkat provinsi dan kota, mulai dari chatbot untuk membantu warga hingga sistem peringatan dini untuk risiko putus sekolah di Mendoza, Entre Ríos, dan Salta.
Meskipun demikian, para ahli percaya bahwa Argentina masih kekurangan kerangka hukum yang komprehensif untuk AI di sektor publik, khususnya mengenai perlindungan data, akuntabilitas, dan mekanisme pengawasan independen.
Sumber: https://www.vietnamplus.vn/argentina-thong-bao-thu-nghiem-chinh-phu-ai-post1113041.vnp








Komentar (0)