Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Atletico sedang dalam krisis besar.

Krisis Atletico Madrid tidak hanya terbatas di lapangan; krisis ini juga menyebar ke manajemen klub, dengan pelatih Diego Simeone menghadapi kemungkinan hengkang di akhir musim.

ZNewsZNews01/02/2026

Krisis Atletico tidak hanya berasal dari hasil buruk di lapangan, tetapi juga dari masalah manajemen internal.


Pada dini hari tanggal 1 Februari, tim ibu kota Spanyol bermain imbang 0-0 melawan Levante di laga tandang pada putaran ke-22 La Liga, yang menandai penampilan terburuk mereka musim ini. Hanya dalam waktu tiga hari, Atletico Madrid kalah dari Bodo/Glimt dan gagal mengalahkan Levante, dua tim yang dianggap jauh lebih lemah dari mereka.

Melawan Levante (peringkat ke-19), Atletico hampir tidak menciptakan peluang emas, lebih mengandalkan bola mati, dan tidak mampu menembus pertahanan lawan meskipun menurunkan pemain kunci seperti Julian Alvarez, Koke, dan David Hancko.

Ini merupakan kemunduran serius bagi klub Madrid dalam upaya mereka meraih gelar La Liga. Mereka kini tertinggal 10 poin dari pemimpin klasemen, Barcelona. Di Liga Champions, Atletico harus memainkan babak play-off melawan Club Brugge setelah penampilan buruk di babak kualifikasi.

Atletico praktis tidak menciptakan peluang berarti dalam dua pertandingan terakhir mereka. Pelatih Diego Simeone berada di bawah tekanan yang sangat besar, bahkan beredar rumor bahwa ia akan meninggalkan klub pada akhir musim. Dengan jendela transfer pertengahan musim yang akan segera ditutup, Simeone masih menunggu pemain baru, sementara manajemen klub berharap ia dapat membangkitkan kembali tim.

Cedera serius yang dialami Alexander Sorloth (cedera otak) dan cedera otot Pablo Barrios, ditambah dengan absennya Giuliano Simeone dan Antoine Griezmann, semakin memperparah perasaan tidak berdaya baik secara profesional maupun manajerial.

Atletico Madrid Inggris 1

Simeone sedang mempertimbangkan untuk meninggalkan Atletico.

Konflik internal hanya memperburuk situasi. Pelatih Simeone berulang kali secara terbuka menyerukan penguatan tim selama jendela transfer Januari, tetapi Direktur Olahraga Mateu Alemany dan CEO Miguel Angel Gil hampir tidak melakukan apa pun, hanya menjual pemain (Galan, Gallagher, Raspadori) tanpa membeli pemain baru.

Simeone pernah mengejek gagasan menggunakan pemain muda sebagai pengganti, sementara manajemen tampaknya hanya bereaksi ketika krisis besar terjadi. Hal ini menyebabkan "perang" Simeone-Alemany, yang sangat merusak posisi Cholo dan moral tim.

Masa depan Simeone saat ini menjadi tanda tanya besar. Pelatih asal Argentina ini telah melatih Atletico sejak Desember 2011 dan memiliki kontrak hingga 2027.

Sejumlah sumber mengindikasikan bahwa klub berencana mencari pengganti dan mempertimbangkan untuk memecat Simeone jika Atletico mengakhiri musim 2025/26 dengan buruk.

Pelatih Simeone sendiri telah beberapa kali mengisyaratkan keinginannya untuk pergi, karena merasa membutuhkan lingkungan baru dengan persaingan yang ketat dan juga merasa lelah bekerja di Atletico Madrid setelah 15 tahun. Hasil buruk saat ini bisa menjadi pemicu terakhir perpisahan antara kedua belah pihak.

Sumber: https://znews.vn/atletico-khung-hoang-toan-dien-post1624515.html


Komentar (0)

Silakan tinggalkan komentar untuk berbagi perasaan Anda!

Warisan

Angka

Bisnis

Berita Terkini

Sistem Politik

Lokal

Produk

Happy Vietnam
Setelah perjalanan memancing

Setelah perjalanan memancing

JALAN BUNGA MUSIM SEMI

JALAN BUNGA MUSIM SEMI

Pohon Terminalia catappa muda

Pohon Terminalia catappa muda