Piala Dunia FIFA 2026 resmi dimulai, menandai tonggak sejarah yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah sepak bola global.
Ini adalah turnamen final terbesar yang pernah ada, dengan jumlah tim peserta mencapai 48 untuk pertama kalinya, dan juga diselenggarakan bersama oleh tiga negara Amerika Utara: Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.


Piala Dunia 2026 akan menampilkan tiga maskot khusus, yang mewakili persatuan, identitas budaya nasional, dan semangat untuk sepak bola. Simbol-simbol ini tidak hanya akan membangkitkan antusiasme penggemar tetapi juga menghubungkan ketiga negara tuan rumah.
FIFA telah mengumumkan tiga maskot yang akan menemani Piala Dunia 2026: Maple, seekor rusa besar yang mewakili Kanada; Zayu, seekor macan tutul yang mewakili Meksiko; dan Clutch, seekor elang botak yang mewakili Amerika Serikat. Ini adalah Piala Dunia pertama yang memiliki tiga maskot berbeda.
Menurut situs web FIFA, Maple adalah karakter yang menggabungkan kisah-kisah tanpa akhir dan gaya bermain yang berapi-api dan tak terbendung.
Meskipun demikian, tanduk Maple yang besar pasti akan membuat lawan berpikir dua kali sebelum menantangnya di area penalti.
Sementara itu, Clutch digambarkan sebagai sosok seperti gelandang hebat lainnya, yang mampu menyatukan orang di mana pun mereka berada. Deskripsi ini membuat banyak orang membandingkannya dengan legenda sepak bola Roy Keane.


Menurut FIFA, ketiga maskot tersebut dikembangkan dengan cermat untuk mencerminkan budaya, warisan, dan semangat unik dari masing-masing negara, sekaligus secara kolektif melambangkan persatuan, keberagaman, dan kecintaan bersama terhadap olahraga sepak bola.
FIFA juga mengumumkan bahwa Maple, Zayu, dan Clutch akan menjadi maskot yang dapat dimainkan pertama dalam turnamen FIFA di gim video FIFA Heroes, sebuah judul baru yang secara resmi berlisensi dari FIFA.
Setelah 60 tahun, The Guardian berpendapat bahwa maskot Piala Dunia telah kehilangan sebagian daya tariknya yang pernah mencapai puncaknya pada tahun 1970-an dan 1980-an.
Di Piala Dunia 2026, para penggemar sekali lagi akan menyaksikan formula yang sudah familiar yang telah diterapkan selama 32 tahun terakhir: maskot hewan antropomorfik dengan fokus komersial yang kuat.
Sementara itu, Maple dari Kanada, Zayu si macan tutul dari Meksiko, dan Clutch si elang botak dari Amerika Serikat menerima ulasan beragam, bahkan ada yang mengkritik mereka sebagai desain yang tidak lebih dari sekadar desain yang diambil dari sekuel animasi.
Sebelum turnamen resmi, Meksiko juga memicu kontroversi terkait maskot tidak resmi. Negara itu menggunakan gambar axolotl – amfibi endemik Meksiko – untuk mempromosikan turnamen tersebut. Namun, spesies ini menghadapi ancaman kepunahan yang serius akibat urbanisasi dan polusi lingkungan.

Menurut para ilmuwan , mereka belum mencatat keberadaan axolotl liar dalam dua tahun terakhir. Para ahli lingkungan berpendapat bahwa promosi citra hewan ini menutupi kondisi konservasi yang mengkhawatirkan.
Sumber: https://tienphong.vn/ba-linh-vat-world-cup-2026-bi-che-post1850807.tpo

































































