Guru: SMA Bac Ha No. 2
“ Puisi ini terinspirasi oleh kisah seorang gadis buta. Ia sangat ingin menjadi guru, tetapi mimpi itu tetap tak terwujud karena ia buta. Kemudian suatu hari, seorang pemuda muncul. Ia bagaikan nyala api yang hangat, menghiburnya. Ia adalah keajaiban yang mengubah mimpinya menjadi kenyataan dengan hatinya yang mulia.”
Matanya berwarna gelap dan suram.
Jiwa yang gelap, langit biru yang gelap.
Lalu suatu hari dia tiba-tiba datang berkunjung.
Air mata menggenang di mata gelapnya.
Kemudian, musim demi musim, setiap musim dingin yang dingin
Dia bagaikan nyala api yang hangat dan bercahaya... matanya yang gelap.
Lalu waktu mengalir tanpa suara seperti aliran sungai.
Keajaiban yang mengubah mata hitam menjadi mata berwarna terang.
Dia tidak datang, matanya yang gelap tampak sedih... dalam diam.
Kemudian, secara kebetulan, sepuluh tahun kemudian...
ketika gadis bermata gelap menjadi seorang guru
Bersama para siswa, kami menanam pohon untuk menutupi hutan putih.
Air mataku berlinang saat melihatnya...
Nyala api yang hangat dan bercahaya.
Air mataku menggenang saat menyadari bahwa dia adalah sebuah keajaiban.
Biarkan mata yang gelap melihat cahaya terang kehidupan hari ini.
Sumber: http://laocai.edu.vn/goc-van-nghe/bai-tho-doi-mat-142092








