![]() |
Savinho mencetak gol dalam kemenangan Manchester City 3-1 atas Newcastle di Piala FA. |
Dalam sepak bola, terkadang momen paling berkesan datang dari situasi yang tak terduga. Gol penyama kedudukan Savinho dalam kemenangan Manchester City 3-1 atas Newcastle United di babak kelima Piala FA pada 8 Maret adalah salah satu contohnya.
Situasi itu membuat penonton tertawa karena keanehannya, dan kemudian langsung kagum dengan spontanitasnya.
Saat Manchester City menyerang, bola diumpankan rendah ke dalam kotak penalti Newcastle. Biasanya, seorang pemain sayap akan langsung menembak. Tetapi Savinho memilih pendekatan yang sama sekali berbeda.
Dia berdiri hampir tak bergerak.
Alih-alih menendang bola, pemain Brasil itu membiarkan bola menyentuh kakinya dan memantul kembali ke arah gawang. Lintasan bola tidak kuat atau berbahaya. Bola itu hanya bergulir perlahan menuju gawang Newcastle.
Momen itu menciptakan penundaan yang aneh.
![]() |
Savinho tidak proaktif dalam melakukan tembakan. |
Kiper Aaron Ramsdale tidak punya waktu untuk bereaksi. Saat ia menoleh ke belakang, bola telah perlahan bergulir melewati garis gawang.
Gol itu lebih terlihat seperti kecelakaan daripada tembakan yang tepat sasaran.
Pertanyaan yang langsung muncul adalah: Apakah Savinho benar-benar melakukannya dengan sengaja?
Tayangan ulang gerakan lambat menunjukkan jawabannya kemungkinan besar ya. Sebelum bola menyentuh kakinya, Savinho sedikit menegangkan kaki kirinya, seolah-olah menyesuaikan sudut kontak. Ini bukanlah refleks yang sepenuhnya acak. Itu menyerupai keputusan yang sangat cepat, dalam sepersekian detik.
Hanya saja, cara pengerjaannya terlihat… aneh.
Justru aspek yang tidak biasa inilah yang membuat gol tersebut berkesan. Dalam sepak bola modern, tendangan biasanya dihitung dengan sangat cermat. Para pemain dilatih untuk mengendalikan bola menggunakan gerakan yang familiar dan efektif.
Namun, Savinho memilih pendekatan yang berlawanan.
![]() |
Savinho berdiri diam, membiarkan bola menyentuh kakinya dan bergulir masuk ke gawang. |
Tidak ada tendangan keras. Tidak ada gerakan teknis yang rumit. Hanya sentuhan yang sangat ringan, tetapi cukup untuk mengubah arah bola dan mengirimkannya bergulir masuk ke gawang.
Ini adalah momen yang mengingatkan kita bahwa sepak bola selalu penuh dengan improvisasi.
Yang lebih penting, gol itu datang di waktu yang tepat. Newcastle unggul terlebih dahulu, dan Man City membutuhkan momen untuk membalikkan keadaan. Tendangan Savinho menyamakan kedudukan menjadi 1-1 untuk tim asuhan Pep Guardiola dan membuka jalan bagi kebangkitan mereka selanjutnya.
Dari titik imbang tersebut, Man City mengendalikan permainan dengan lebih baik dan mencetak dua gol lagi untuk memastikan kemenangan 3-1, sehingga mengamankan tempat mereka di babak selanjutnya Piala FA.
Namun ketika pertandingan berakhir, yang paling diingat banyak orang bukanlah skornya. Melainkan gol aneh Savinho.
Sebuah momen yang membuat penonton bertanya-tanya: apakah itu benar-benar sebuah pengambilan gambar?
Bisa jadi iya. Bisa juga tidak.
Namun terkadang, sepak bola menjadi menarik justru karena momen-momen yang tak dapat dijelaskan ini. Dan dalam pertandingan Piala FA, Savinho menghasilkan salah satu gol paling aneh musim ini.
Sumber: https://znews.vn/ban-thang-ky-la-cua-savinho-post1633059.html








Komentar (0)