Hati adalah salah satu organ terpenting dalam tubuh, dan terus-menerus terpapar banyak faktor perusak seperti alkohol, obat-obatan, bahan kimia, virus hepatitis, dan pola makan yang tidak sehat.
Yang mengkhawatirkan, banyak penyakit hati berkembang secara diam-diam dalam jangka waktu lama tanpa menimbulkan gejala yang terlihat. Banyak orang baru mengetahui bahwa mereka mengidap penyakit tersebut ketika hati mereka telah mengalami sirosis parah atau telah timbul komplikasi berbahaya. Oleh karena itu, pemeriksaan hati secara teratur memainkan peran penting dalam deteksi dini kerusakan, memungkinkan pengobatan yang efektif dan mencegah konsekuensi serius.
Hati memiliki kemampuan regenerasi yang cukup baik. Namun, ketika sel-sel hati berulang kali rusak dalam jangka waktu lama, kapasitas regenerasinya menurun, yang menyebabkan hepatitis kronis, sirosis, gagal hati, atau kanker hati.
Mengapa pemeriksaan hati secara rutin diperlukan?
Pemeriksaan hati secara rutin membantu mendeteksi hepatitis virus sejak dini. Penyakit hepatitis virus seperti hepatitis A, hepatitis B, dan hepatitis C merupakan penyebab utama kerusakan hati di Vietnam. Secara khusus, hepatitis B dan hepatitis C dapat berkembang tanpa gejala selama bertahun-tahun tanpa disadari oleh pasien.
- Mengapa pemeriksaan hati secara rutin diperlukan?
- Seberapa sering saya harus memeriksakan fungsi hati saya?
- Tes apa saja yang dibutuhkan untuk pemeriksaan hati?
- Kapan Anda harus segera menemui dokter?
Pemeriksaan rutin membantu mendeteksi infeksi virus sejak dini, memungkinkan pemantauan dan pengobatan yang tepat, sehingga mengurangi risiko sirosis dan kanker hati.
Melalui tes khusus, dokter dapat menilai fungsi hati dan mendeteksi tanda-tanda peradangan, kerusakan, atau gangguan fungsi hati pada tahap awal.
Bagi individu dengan kondisi hati yang sudah ada sebelumnya seperti penyakit hati berlemak, hepatitis alkoholik, hepatitis virus, atau sirosis, pemeriksaan rutin membantu memantau efektivitas pengobatan dan menilai risiko komplikasi.
Selain itu, banyak obat dapat bersifat toksik bagi hati jika digunakan dalam jangka waktu lama atau secara tidak tepat. Pemantauan fungsi hati secara teratur membantu mendeteksi kerusakan akibat obat sejak dini.
Orang yang kelebihan berat badan, obesitas, menderita diabetes, hipertensi, dislipidemia, atau secara teratur mengonsumsi alkohol memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit hati. Pemeriksaan rutin membantu mendeteksi kelainan sejak dini sebelum penyakit berkembang ke stadium yang parah.

Penyakit hati seringkali berkembang tanpa gejala dan baru terdeteksi pada stadium lanjut.
Seberapa sering saya harus memeriksakan fungsi hati saya?
Frekuensi pemeriksaan hati bergantung pada usia, status kesehatan, dan faktor risiko individu.
Orang sehat
Bagi orang dewasa tanpa penyakit hati dan yang tidak termasuk dalam kelompok berisiko tinggi, pemeriksaan kesehatan umum dan penilaian fungsi hati sebaiknya dilakukan setidaknya sekali setahun.
Pemeriksaan rutin membantu mendeteksi kelainan sejak dini, bahkan sebelum gejala muncul.
Orang dengan faktor risiko
Individu-individu berikut ini sebaiknya menjalani pemeriksaan hati secara teratur, setiap 6 bulan hingga 1 tahun:
- Sering mengonsumsi alkohol.
- Kelebihan berat badan, obesitas.
- Saya mengidap diabetes.
- Mengalami tekanan darah tinggi atau dislipidemia.
- Terdapat riwayat penyakit hati dalam keluarga.
- Penggunaan obat ini dalam jangka panjang berisiko menyebabkan toksisitas hati.
Orang dengan penyakit hati kronis
Untuk pasien dengan hepatitis B, hepatitis C, penyakit hati berlemak, sirosis, atau penyakit hati kronis lainnya, janji temu tindak lanjut harus dijadwalkan sesuai arahan dokter, biasanya setiap 3-6 bulan.
Penderita sirosis atau hepatitis virus kronis harus menjalani pemeriksaan skrining kanker hati secara berkala untuk mendeteksi lesi pada tahap awal.
Tes apa saja yang dibutuhkan untuk pemeriksaan hati?
Saat Anda menjalani pemeriksaan hati, dokter Anda biasanya akan meresepkan kombinasi metode untuk menilai kesehatan hati Anda secara komprehensif.
Tes enzim hati
Ini adalah tes dasar yang membantu menilai tingkat kerusakan sel hati.
Metrik yang umumnya diperiksa meliputi:
- AST (GOT).
- ALT (GPT).
- GGT.
- PUNCAK GUNUNG.
Ketika indikator-indikator ini meningkat, hal itu dapat mengindikasikan peradangan atau kerusakan pada hati.
Tes fungsi hati
Rangkaian tes ini membantu menilai fungsi hati dan meliputi:
- Bilirubin total dan bilirubin langsung.
- Albumin darah.
- Protein total.
- Waktu pembekuan darah.
Indikator-indikator ini sangat penting dalam menilai tingkat penurunan fungsi hati.
Tes virus hepatitis
Dokter mungkin akan meresepkan:
- HBsAg digunakan untuk mendeteksi hepatitis B.
- Antibodi Anti-HBs digunakan untuk menilai kekebalan terhadap hepatitis B.
- Antibodi anti-HCV digunakan untuk mendeteksi hepatitis C.
- Tes khusus lainnya dapat dilakukan sesuai kebutuhan.
Ultrasonografi hati dan kantung empedu
Ultrasonografi adalah metode sederhana dan non-invasif yang membantu menilai:
- Ukuran hati.
- Penyakit hati berlemak.
- Tumor hati.
- Kista hati.
- Sirosis.
- Kelainan pada saluran empedu.
Teknik ini dilakukan selama sebagian besar pemeriksaan hati rutin.
Pengukuran elastisitas hati
Ini adalah metode modern untuk menilai tingkat fibrosis hati tanpa perlu biopsi.
Teknik ini sangat berguna khususnya bagi penderita hepatitis virus kronis atau penyakit hati berlemak.
Pemindaian CT atau MRI
Metode diagnostik pencitraan canggih ini diindikasikan ketika dokter mencurigai adanya tumor hati, kerusakan pembuluh darah, atau kelainan kompleks lainnya.
Biopsi hati
Dalam beberapa kasus tertentu, dokter mungkin akan memerintahkan biopsi hati untuk menentukan secara akurat penyebab kerusakan dan tingkat keparahan penyakit.
Kapan Anda harus segera menemui dokter?
Jangan menunggu hingga pemeriksaan rutin jika Anda mengalami gejala-gejala berikut:
- Kelelahan terus-menerus yang tidak diketahui penyebabnya.
- Kehilangan nafsu makan, penurunan berat badan yang tidak biasa.
- Rasa sakit atau ketidaknyamanan di area tulang rusuk bagian bawah sebelah kanan.
- Kulit dan mata menguning.
- Urine berwarna gelap.
- Kulit terasa gatal terus-menerus.
- Pembengkakan yang tidak biasa pada kaki atau perut.
- Mual dan gangguan pencernaan yang berkepanjangan.
Ini bisa menjadi tanda-tanda peringatan perkembangan penyakit hati dan memerlukan perhatian medis segera.
Catatan: Hati adalah organ vital untuk kesehatan, tetapi banyak penyakit hati seringkali berkembang tanpa gejala dan baru terdeteksi pada stadium lanjut. Oleh karena itu, orang dewasa sebaiknya melakukan pemeriksaan hati setidaknya setahun sekali. Mereka yang memiliki faktor risiko atau sudah menderita penyakit hati sebaiknya melakukan pemeriksaan rutin sesuai arahan dokter.
Menggabungkan tes darah, USG, dan teknik khusus lainnya bila diperlukan akan membantu mendeteksi kerusakan hati sejak dini, meningkatkan efektivitas pengobatan, dan mencegah komplikasi berbahaya seperti sirosis atau kanker hati.
Sumber: https://suckhoedoisong.vn/bao-lau-nen-kham-gan-dinh-ky-169260613182241306.htm








