![]() |
Ronaldo mencetak dua gol dalam kemenangan Portugal 5-0 atas Uzbekistan. |
Kemenangan telak Portugal 5-0 atas Uzbekistan dalam pertandingan kedua Grup K di Piala Dunia 2026 dengan cepat menjadi fokus perhatian media internasional. Selain kemenangan telak tim asuhan Roberto Martinez, nama Cristiano Ronaldo adalah yang paling sering disebut.
Di usia 41 tahun, Ronaldo mencetak dua gol dan menjadi pemain pertama yang mencetak gol di enam Piala Dunia berbeda. Striker Portugal itu juga melampaui Eusebio untuk menjadi pencetak gol terbanyak negaranya dalam sejarah Piala Dunia, dengan 10 gol.
Media Inggris memberikan perhatian khusus pada keberhasilan Ronaldo mengakhiri paceklik golnya selama 10 pertandingan di turnamen besar. The Guardian menyoroti keberhasilan CR7 mengakhiri paceklik golnya pada hari Portugal menghancurkan Uzbekistan. Surat kabar itu juga mempertanyakan apakah persaingan Sepatu Emas tahun ini menjadi kompetisi antar veteran, dengan Lionel Messi sudah mencetak 5 gol dan Ronaldo membalasnya dengan dua gol.
Surat kabar The Independent berpendapat bahwa Ronaldo telah membungkam para kritikusnya. Setelah hasil imbang 1-1 melawan Republik Kongo di pertandingan pembuka mereka, Portugal menghadapi banyak keraguan. Oleh karena itu, kemenangan melawan Uzbekistan dipandang sebagai respons yang kuat.
![]() |
Ronaldo masih menunjukkan kelasnya di usia 41 tahun. |
Kantor berita Spanyol EFE menulis bahwa Ronaldo "ikut serta dalam pesta" bersama Messi, Kylian Mbappe, dan Erling Haaland pada hari yang memecahkan rekor. EFE juga mengingatkan bahwa Ronaldo adalah pemain tertua kedua yang mencetak gol dalam sejarah Piala Dunia, setelah Roger Milla dari Kamerun.
Di Spanyol, AS mencatat bahwa Ronaldo sekali lagi melakukan apa yang biasa dia lakukan setelah mendapat kritik: membalas dengan gol. Marca melihat kemenangan Portugal sebagai jawaban langsung atas keraguan beberapa hari terakhir, sementara Sport menggambarkan penampilan tersebut sebagai pelepasan dari tekanan hasil imbang melawan Republik Demokratik Kongo.
Sementara itu, L'Equipe mengambil pendekatan yang lebih satir, menulis bahwa "kita tidak seharusnya membuat Ronaldo marah." Surat kabar Prancis itu menekankan kemenangan mudah Portugal atas Uzbekistan, tetapi sorotan terbesar tetaplah penampilan CR7.
Setelah pertandingan pembuka yang mengecewakan, Ronaldo kembali dengan gaya khasnya: mencetak gol, memecahkan rekor, dan menarik semua perhatian pada dirinya sendiri.
Sumber: https://znews.vn/bao-phap-khong-nen-choc-gian-ronaldo-post1662606.html
































































