Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Mimpi Barcelona di Liga Champions telah hancur.

Pada dini hari tanggal 15 April, Barcelona mengalahkan Atletico Madrid 2-1 di kandang lawan, tetapi tetap tersingkir dengan agregat skor 3-2 setelah dua leg perempat final Liga Champions.

ZNewsZNews14/04/2026


Sekali lagi musim ini, Barcelona mengalami kekalahan melawan Atletico Madrid di kompetisi piala. Tim asuhan Hansi Flick memulai pertandingan dengan gemilang, unggul 2-0 hanya dalam 24 menit. Namun, karena terlalu bersemangat untuk menyerang, "Blaugrana" mengabaikan senjata paling ampuh tim tuan rumah: serangan balik.

Atletico Madrid mencetak gol pada menit ke-31, kemudian "memarkir bus" dan bertahan hingga menit terakhir, sehingga memperpanjang paceklik gelar kontinental rival Catalan mereka menjadi 11 tahun.

Secara historis, Atletico telah menyingkirkan Barca di Liga Champions tiga kali (2014, 2016, dan 2026), sementara sebaliknya belum pernah terjadi. "Rojiblancos" telah mencapai semifinal Liga Champions untuk pertama kalinya dalam delapan tahun. Diego Simeone dan timnya akan menghadapi Arsenal atau Sporting.

Barcelona, ​​Inggris 1

Lamine Yamal belum mewujudkan mimpinya untuk memenangkan Liga Champions.

Segera setelah peluit pembukaan dibunyikan, suasana memanas ketika kiper Juan Musso harus melakukan penyelamatan gemilang untuk Atletico dari tendangan melengkung Lamine Yamal hanya setelah 33 detik. Namun, energi muda Barça dengan cepat ditunjukkan pada menit ke-4. Memanfaatkan kesalahan di lini pertahanan tim tuan rumah, Ferran Torres memberikan umpan kepada Yamal untuk mencetak gol pembuka. Mimpi buruk tim tuan rumah berlanjut ketika kapten Koke melakukan kesalahan, memungkinkan Ferran Torres melepaskan tembakan berbahaya kaki kiri untuk menggandakan keunggulan.

Namun, kegembiraan "Blaugrana" hanya berlangsung singkat. Hanya beberapa menit setelah Fermín Lopez melewatkan peluang emas dan harus meninggalkan lapangan sementara karena benturan keras, pertahanan Barca sekali lagi menunjukkan titik lemahnya. Ademola Lookman menghukum tim tamu dengan sebuah gol untuk memperkecil selisih, sekaligus mencetak sejarah menyedihkan bagi Barca: menjadi tim pertama dalam sejarah Liga Champions yang gagal menjaga gawangnya tetap bersih dalam 15 pertandingan berturut-turut.

Barcelona, ​​saudara 2

Barca tidak mampu mencetak gol lagi di babak kedua.

Di babak kedua, meskipun gol Ferran Torres dianulir oleh VAR karena offside, tekanan yang diberikan Barca masih belum cukup. Kartu merah langsung Eric Garcia pada menit ke-80 setelah pelanggaran profesional benar-benar memadamkan harapan comeback bagi tim tamu.

Kemenangan Atletico Madrid secara keseluruhan memungkinkan mereka mempertahankan rekor luar biasa mereka, yaitu lolos ke babak selanjutnya sebanyak 22 kali setelah memenangkan leg pertama di kandang lawan. Sebaliknya, dengan kekalahan ketujuh mereka dalam sepuluh pertandingan perempat final terakhir, Barcelona secara resmi tersingkir dan kini hanya memiliki satu tujuan tersisa: mempertahankan gelar La Liga mereka.


Kembalinya De Jong - Barcelona menyimpan harapan untuk bangkit kembali. Kembalinya playmaker asal Belanda ini diharapkan menjadi faktor kunci dalam membantu Barcelona tampil lebih baik melawan Atletico Madrid di leg kedua perempat final Liga Champions UEFA 2025/26.

Sumber: https://znews.vn/barcelona-tan-mong-vo-dich-champions-league-post1643403.html


Komentar (0)

Silakan tinggalkan komentar untuk berbagi perasaan Anda!

Dalam kategori yang sama

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

Berita Terkini

Sistem Politik

Lokal

Produk

Happy Vietnam
Pergeseran ini menjamin keamanan sistem tenaga listrik.

Pergeseran ini menjamin keamanan sistem tenaga listrik.

Pelatihan kejuruan untuk anak-anak penyandang disabilitas.

Pelatihan kejuruan untuk anak-anak penyandang disabilitas.

Transformasi digital - Memasuki era baru

Transformasi digital - Memasuki era baru