Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Jebakan pendapatan menengah memengaruhi seluruh dunia.

Báo Quốc TếBáo Quốc Tế02/08/2024


Menurut laporan yang dirilis pada 1 Agustus oleh Bank Dunia (WB), lebih dari 100 negara dapat menghadapi hambatan dalam perjalanan mereka dari status negara berpenghasilan rendah ke negara berpenghasilan tinggi dalam beberapa dekade mendatang.
Khu kinh doanh trung tâm của Bắc Kinh: Trung Quốc đã sẵn sàng trở thành một quốc gia có thu nhập cao vào năm 2023 và vượt quá GDP của Mỹ vào cuối thập kỷ này. (Nguồn: Asia. Nikkei)
Kawasan pusat bisnis Beijing: China siap menjadi negara berpenghasilan tinggi pada tahun 2023 dan melampaui PDB AS pada akhir dekade ini. (Sumber: Nikkei Asia)

Bank Dunia menekankan bahwa seiring bertambahnya kekayaan suatu negara, sebagian besar akan mencapai titik jenuh di sekitar 10% dari Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita tahunan AS. Ini dikenal sebagai jebakan pendapatan menengah.

Pada akhir tahun 2023, 108 negara dianggap sebagai negara berpenghasilan menengah, dengan masing-masing negara memiliki PDB per kapita tahunan berkisar antara $1.136 hingga $13.845.

Menurut laporan Bank Dunia, 108 negara ini bercita-cita untuk menjadi negara berpenghasilan tinggi dalam 2-3 dekade mendatang.

Sejak tahun 1990, hanya 34 negara berpenghasilan rendah yang berhasil menyelesaikan transisi ini, sebuah angka yang dianggap rendah oleh Bank Dunia. Perlambatan pertumbuhan terjadi lebih sering di negara berpenghasilan rendah daripada di negara berpenghasilan tinggi.

Perkiraan bank tersebut menunjukkan bahwa, jika investasi dalam pertumbuhan terus berlanjut dengan tren terkini, sebagian besar negara berpenghasilan rendah dapat mengalami perlambatan yang signifikan antara tahun 2024 dan 2100.

"Salah satu penyebab stagnasi pendapatan di banyak negara adalah kebijakan pembangunan yang tidak tepat," tegas Bank Dunia.

Menurut laporan tersebut, negara-negara berpenghasilan menengah harus mengadopsi pendekatan tiga arah, yang tidak hanya berfokus pada investasi domestik tetapi juga pada adopsi teknologi dan model bisnis yang serupa dengan negara-negara dengan ekonomi yang lebih maju.

Suatu negara hanya dapat fokus pada inovasi jika berhasil berinvestasi dan menerapkan teknologi.

Bank Dunia juga memperingatkan bahaya proteksionisme, yang dapat menghambat aliran pengetahuan ke negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah.

"Kekuatan inovasi membawa ide, produk, proses, dan praktik baru ke negara-negara berpenghasilan menengah," tegas Bank Dunia.

Model bisnis yang stagnan juga menghambat inovasi dan pertumbuhan.

Menurut Bank Dunia, bisnis baru dengan produk, proses produksi, atau ide baru juga bisa gagal, yang merupakan prinsip inti dari inovasi.

Pertumbuhan membutuhkan kreativitas, bakat, dan keterampilan, yang semuanya dapat dipupuk melalui keputusan kebijakan yang efektif.

Bank Dunia mencatat bahwa negara-negara berpenghasilan rendah memiliki sumber daya manusia terampil yang lebih terbatas dibandingkan dengan negara-negara maju, dan sumber daya ini kurang dimanfaatkan secara efektif.

Bank Dunia berpendapat bahwa jebakan pendapatan menengah memengaruhi seluruh dunia, karena negara-negara berpendapatan menengah merupakan tempat tinggal tiga perempat populasi dunia, dan hampir dua pertiga dari mereka hidup dalam kemiskinan ekstrem.

Negara-negara ini menyumbang 40% dari PDB global dan hampir dua pertiga dari emisi global.

Upaya global untuk mengakhiri kemiskinan ekstrem dan menyebarkan kemakmuran akan bergantung pada keberhasilan atau kegagalan negara-negara berpenghasilan menengah.



Sumber: https://baoquocte.vn/world-bank-bay-thu-nhap-trung-binh-tac-dong-den-ca-the-gioi-281096.html

Komentar (0)

Silakan tinggalkan komentar untuk berbagi perasaan Anda!

Dalam topik yang sama

Dalam kategori yang sama

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

Berita Terkini

Sistem Politik

Lokal

Produk

Happy Vietnam
Nhanne

Nhanne

Ikatan antara militer dan rakyat.

Ikatan antara militer dan rakyat.

Malam yang berkilauan di Sungai Hoai di Hoi An

Malam yang berkilauan di Sungai Hoai di Hoi An