
Anak itu dibawa ke ruang gawat darurat dalam keadaan panik, dengan luka robek yang dalam di kulit kepala akibat gigitan anjing Berger, yang mengakibatkan pendarahan hebat. Setelah pemeriksaan, dokter menemukan luka sepanjang kurang lebih 25 cm yang memperlihatkan tulang tengkorak.
Segera setelah itu, tim medis merawat luka, memasang perban tekan untuk menghentikan pendarahan, memberikan pereda nyeri, memberikan vaksin rabies, dan memerintahkan rontgen untuk menilai kerusakan. Anak tersebut kemudian dibawa ke ruang operasi untuk hemostasis, debridemen, dan operasi rekonstruksi pada kepala.
Berkat perawatan darurat yang tepat waktu, kesehatan anak tersebut kini stabil dan terus dipantau serta dirawat di Departemen Bedah.
Dokter menyarankan bahwa risiko rabies meningkat selama cuaca panas, jadi orang-orang tidak boleh lengah terhadap hewan peliharaan mereka, dan terutama harus membatasi waktu bermain anak-anak dengan anjing dan kucing tanpa pengawasan orang dewasa. Jika digigit atau dicakar oleh hewan, perlu segera memberikan pertolongan pertama dan membawa korban ke fasilitas medis untuk perawatan dan vaksinasi tepat waktu.
Sumber: https://quangngaitv.vn/be-5-tuoi-bi-cho-can-rach-vung-dau-dai-25cm-6519667.html








Komentar (0)