Pasien NKH (perempuan, lahir tahun 2019, berdomisili di provinsi Dong Nai ) dirawat di rumah sakit dalam keadaan syok, dengan luka bakar parah di kepala, dada, paha, bokong, dan kedua lengan.
Setelah menerima perawatan untuk syok, cairan intravena, dan vasopressor di Unit Gawat Darurat, anak tersebut terus dipantau secara ketat oleh dokter dan perawat.
Menurut keluarga, pada saat kejadian, anak tersebut sedang bermain dengan teman-temannya di belakang rumah. Karena mereka tidak menyaksikan anak tersebut bermain dengan minuman beralkohol, anak tersebut baru ditemukan oleh kerabat dan api dipadamkan di tempat kejadian ketika api tersebut mengenai tubuh anak.
Alkohol adalah zat yang sangat mudah terbakar. Bahaya kebakaran dan ledakan yang disebabkan oleh alkohol sangat serius. Luka bakar akibat alkohol adalah salah satu kecelakaan rumah tangga yang umum terjadi di kalangan anak kecil, yang terjadi ketika mereka menggunakan bahan kimia, menjelajah , menyelidiki, dan bereksperimen. Sebagian besar insiden terjadi ketika tidak ada pengawasan orang dewasa.
Mengingat konsekuensi luka bakar, Dr. Ngo Hong Phuc, Wakil Kepala Departemen Bedah Luka Bakar dan Rekonstruksi di Rumah Sakit Anak 2, memiliki beberapa informasi penting untuk orang tua. Saat mengetahui anak mengalami luka bakar, orang tua harus:
- Tetap tenang dan jauhkan anak dari area luka bakar;
- Jika memungkinkan, lepaskan pakaian atau benda yang menyebabkan luka bakar, tetapi jangan mencoba menariknya jika benda tersebut menempel pada kulit;
- Dinginkan luka bakar dengan meletakkannya di bawah air mengalir dengan tekanan sedang selama sekitar 15 menit. Jangan mengoleskan es atau air es langsung ke area yang terbakar;
- Gunakan kain kasa, handuk bersih, atau kain untuk menutupi luka guna mencegah infeksi dan mengurangi rasa sakit;
- Bawa anak ke fasilitas medis terdekat untuk pertolongan pertama dan perawatan lebih lanjut. Sementara itu, jaga agar anak tetap hangat dengan menutupinya dengan selimut atau pakaian pelindung lainnya.
Perlu diingat bahwa saat memberikan pertolongan pertama pada luka bakar, Anda harus menghindari penggunaan pengobatan tradisional, minyak ular, saus ikan, atau pasta gigi, karena hal-hal tersebut dapat menyebabkan infeksi dan memperpanjang proses penyembuhan.
Orang tua perlu waspada dan berhati-hati terhadap bahan kimia yang dapat menyebabkan kebakaran, ledakan, atau luka bakar. Bahan-bahan tersebut harus dijauhkan dari jangkauan anak-anak untuk memastikan keselamatan mereka dan mencegah kecelakaan luka bakar yang tidak diinginkan.
Sumber






Komentar (0)