Polisi federal mengatakan lima aktivis iklim dari kelompok Last Generation duduk di landasan pacu Bandara Leipzig/Halle pada tengah malam, sementara dua aktivis lainnya dicegah melakukan hal yang sama, menurut kantor berita Jerman dpa. Para aktivis tersebut dibawa pergi sekitar pukul 5 pagi.
Para aktivis iklim duduk di landasan pacu Bandara Leipzig-Halle di Schkeuditz, Jerman, pada 1 Agustus. Foto: dpa
Aksi protes kelompok Last Generation ini menyusul demonstrasi pekan lalu di Bandara Cologne-Bonn dan kemudian di Bandara Frankfurt, bandara tersibuk di Jerman, yang secara signifikan mengganggu penerbangan penumpang.
Bandara Leipzig/Halle adalah pusat transportasi udara utama. Juru bicara bandara, Uwe Schuhart, mengatakan operasi transportasi udara harus ditangguhkan selama sekitar tiga jam mulai pukul 00.30.
Aksi protes tersebut tampaknya tidak berdampak signifikan pada penerbangan penumpang, yang memang tidak lepas landas atau mendarat di malam hari. Situs web bandara menunjukkan pesawat pertama berangkat pukul 05.41, sekitar 15 menit terlambat.
Polisi mengatakan para aktivis tersebut membuat lubang di pagar yang mengelilingi area tersebut, dan mereka kemudian ditangkap.
Last Generation mendesak pemerintah Jerman untuk bernegosiasi dan menandatangani perjanjian untuk secara bertahap menghentikan penggunaan minyak, gas, dan batu bara secara global pada tahun 2030.
Bulan lalu, kabinet Jerman menyetujui undang-undang yang memberlakukan hukuman lebih berat bagi mereka yang memasuki area bandara tanpa izin.
Rancangan undang-undang ini, yang masih membutuhkan persetujuan legislatif, предусматриkan hukuman hingga dua tahun penjara bagi mereka yang sengaja memasuki wilayah udara bandara, seperti jalur taksi atau landasan pacu, sehingga membahayakan penerbangan sipil. Saat ini, pelanggaran tersebut hanya dihukum dengan denda.
Ngoc Anh (menurut AP, dpa)
Sumber: https://www.congluan.vn/bieu-tinh-lam-gian-doan-cac-chuyen-bay-o-duc-post305858.html






Komentar (0)