Selain memuja Quan Thanh De Quan (Quan Cong), Pagoda Quan De juga mengabadikan Chau Xuong, Quan Binh, Phuoc Duc Chanh Than, dan Pangeran Nezha, menciptakan keseluruhan keagamaan yang harmonis, khidmat, dan sarat dengan nilai-nilai moral tradisional. Setiap tahun, festival Quan Thanh De Quan dirayakan dengan khidmat pada tanggal 24 bulan ke-6 kalender lunar, menarik banyak penduduk lokal dan wisatawan untuk memberikan penghormatan.
Kuil Quan Đế adalah merc mercusuar moralitas dan kebenaran.
Jika Kuil Dewi Welas Asih melambangkan aspirasi akan perdamaian dan kemakmuran, maka Kuil Dewa Welas Asih adalah landasan moralitas dan kebenaran, yang secara jelas mencerminkan pemikiran Taois dalam kehidupan spiritual masyarakat Teochew. Bagi mereka, Guan Sheng Di Jun bukan hanya dewa yang menangkal kejahatan dan melindungi Dharma, tetapi juga teladan kesetiaan, bakti kepada orang tua, dan integritas yang teguh – sebuah "obor moralitas" yang menerangi jalan untuk mempertahankan karakter seseorang di tengah pasang surut kehidupan di negeri asing.
Patung Guan Sheng Di Jun, bersama dengan dua dewa pelindungnya, Guan Ping dan Zhou Chang, melambangkan kesetiaan dan integritas.
Tidak seperti Kuil Ba Thien Hau atau Kuil Quan De, Kuil Minh Nguyet Cu Si Lam memiliki suasana yang lebih tenang dan damai. "Minh Nguyet" berasal dari nama dua guru pendiri agama ini: "Minh" adalah nama Ly Dao Minh Thien Ton, dan "Nguyet" adalah nama Tong Thien To Su Tong Sieu Nguyet. Legenda mengatakan bahwa Ly Dao Minh Thien Ton adalah inkarnasi dari Ly Thiet Quai, salah satu dari Delapan Dewa yang menyeberangi laut dalam Taoisme; Tong Thien To Su Tong Sieu Nguyet dianggap sebagai pencetus Minh Nguyet Cu Si Lam. Para biksu agama ini berasal dari Chaozhou, berlatih di rumah, menyebut diri mereka sebagai praktisi awam, dan menyebut komunitas mereka sebagai Cu Si Lam. Ini adalah tempat berkumpul bagi praktisi awam dan cendekiawan Tiongkok untuk mempelajari kitab suci Buddha, berlatih meditasi, dan menyebarkan ajaran welas asih dan kemurahan hati. Setiap tahun, peringatan Patriark Ly Dao Minh Thien Ton diadakan pada tanggal 8 bulan ke-8 kalender lunar, menjadi kesempatan penting untuk mengenang guru yang dihormati, menginspirasi perilaku berbudi luhur, dan memupuk persatuan masyarakat.
Pagoda Minh Nguyet Cu Si Lam berfungsi sebagai "sekolah spiritual," membantu menumbuhkan pengetahuan moral dan membimbing orang menuju pencerahan dan perdamaian.
Bertindak sebagai "sekolah spiritual," yang menumbuhkan pengetahuan moral dan membimbing orang menuju pencerahan dan perdamaian, keberadaan Pagoda Minh Nguyet Cu Si Lam melengkapi gambaran "Tiga Orang Suci" yang hidup berdampingan, saling melengkapi, dan menciptakan sistem kepercayaan yang harmonis dan berkelanjutan.
Mengembangkan kawasan "Tiga Orang Suci" menjadi jalur wisata budaya dan spiritual, bersama dengan festival dan kuliner unik masyarakat Teochew, akan menciptakan produk wisata yang khas, sekaligus berkontribusi pada pelestarian warisan dan memperkaya identitas budaya wilayah paling selatan Vietnam.
Tang Vu Khac
Sumber: https://baocamau.vn/bieu-tuong-van-hoa-tam-thanh--a123742.html






Komentar (0)