Meskipun dianggap sebagai kandidat utama juara, tim asuhan Carlo Ancelotti tidak boleh lengah hingga pertandingan melawan Skotlandia di laga terakhir Grup C. Meskipun menghindari kekalahan akan menjadi sebuah kesuksesan, Brasil tetap membutuhkan hasil positif untuk membangun momentum menjelang pertandingan-pertandingan besar berikutnya.
Grup C masih belum diputuskan.
Dalam dua pertandingan pertama mereka, Brasil bermain imbang 1-1 dengan Maroko dan menang 3-0 melawan Haiti, hasil yang gagal memuaskan para penggemar yang menuntut, terutama terkait gaya bermain mereka. Sementara itu, Skotlandia mengamankan 3 poin setelah memenangkan pertandingan pertama mereka melawan Haiti tetapi kemudian kalah dari Maroko. Oleh karena itu, situasi di Grup C masih belum pasti, dengan Brasil dan Skotlandia masih memiliki peluang untuk lolos.

Brasil menggantungkan harapannya pada generasi baru "penari Samba" (Foto: PBS)
Brasil tentu tidak ingin memasuki pertandingan krusial ini dengan mentalitas defensif. Dengan Maroko hanya menghadapi lawan terlemah di grup, Haiti, dalam pertandingan bersamaan mereka, "Selecao" perlu mengincar kemenangan untuk mengendalikan nasib mereka sendiri dan menghindari skenario rumit yang melibatkan selisih gol atau situasi yang berpotensi menggelikan bagi tim peringkat ketiga.
Kabar buruk bagi Brasil: Raphinha akan absen karena cedera hamstring yang dialaminya saat menang melawan Haiti. Absennya Raphinha sedikit terkompensasi oleh penampilan konsisten Matheus Cunha, yang mencetak dua gol melawan Haiti. Ia kemungkinan akan kembali menjadi starter melawan Skotlandia.
Neymar dalam kondisi fit untuk bermain.
Para penggemar Brasil sangat menantikan kembalinya Neymar karena striker berusia 34 tahun itu telah kembali berlatih normal bersama tim lainnya.
Meskipun tidak lagi berada di puncak performanya, Neymar tetap menjadi pemain andalan Brasil yang mampu mengubah jalannya pertandingan. Pengalaman, teknik, dan kemampuannya untuk menciptakan momen-momen penentu kemenangan bisa menjadi kunci bagi "Selecao" untuk mengatasi pertahanan Skotlandia yang hanya kebobolan satu gol dalam dua pertandingan pertama mereka.
Skotlandia memahami bahwa kemenangan mengejutkan melawan Brasil akan membuka jalan menuju babak 16 besar. Dengan gaya permainan yang menuntut fisik dan pemain seperti Scott McTominay dan John McGinn, Skotlandia mampu menimbulkan banyak kesulitan bagi lawan-lawannya.
Jika dilihat dari segi kualitas skuad, kedalaman, dan pengalaman, Brasil masih dianggap jauh lebih unggul. Jika Cunha terus mempertahankan performa mencetak golnya, dan Neymar kembali tepat waktu untuk meningkatkan kreativitas serangan, Selecao benar-benar dapat mencapai tujuan mereka untuk mengamankan tiga poin penuh, sehingga dengan percaya diri melaju ke babak 32 besar dengan kepala tegak.
Bosnia memiliki hak untuk menentukan nasib sendiri.
Babak terakhir pertandingan fase grup Piala Dunia 2026 menjanjikan drama yang menegangkan, dengan banyak tim masih memiliki kesempatan untuk bersaing memperebutkan tempat di Babak 16 Besar. Dalam pertandingan pada pagi hari tanggal 25 Juni, tiga pertandingan – Maroko vs. Haiti (05.00), Bosnia & Herzegovina vs. Qatar (02.00), dan Swiss vs. Kanada (02.00) – semuanya sangat penting untuk klasemen grup.
Di Grup B, pertandingan antara Bosnia & Herzegovina dan Qatar diperkirakan akan berlangsung sengit, karena kedua tim sama-sama memiliki 1 poin setelah 2 pertandingan dan bertekad untuk menang agar tetap menjaga harapan mereka untuk lolos ke Babak 16 Besar. Bosnia sebelumnya bermain imbang dengan Kanada dan, meskipun mengalami kekalahan telak melawan Swiss, masih memegang kendali atas nasib mereka sendiri dalam perebutan kualifikasi. Sebaliknya, Qatar menjalani kampanye Piala Dunia 2026 yang tidak terlalu buruk, setelah mengumpulkan 1 poin setelah 2 pertandingan, meskipun mereka menderita kekalahan telak 0-6 melawan Kanada. Perwakilan Asia ini harus menang dan berharap hasil yang menguntungkan dari pertandingan lainnya untuk memiliki harapan lolos ke babak selanjutnya.
Di Grup B, pertandingan antara Swiss dan Kanada juga dianggap sebagai laga unggulan. Setelah dua putaran, kedua tim berada di posisi yang kuat dalam perebutan tempat di Babak 16 Besar. Swiss menunjukkan kekuatannya dengan kemenangan 4-1 atas Bosnia, sementara Kanada membuat kejutan dengan menghancurkan Qatar 6-0. Dengan selisih poin saat ini, hasil imbang akan memungkinkan kedua tim untuk melaju.
T. Phuoc

Sumber: https://nld.com.vn/brazil-quyet-vuot-kho-vong-bang-196260623194008271.htm





























































