Penyanyi Siu Black menyampaikan pengumuman penting.
"Pertama-tama, Siu Black ingin memberi tahu para penggemarnya bahwa halaman pribadinya sekarang dikelola langsung oleh manajernya, yang bertanggung jawab untuk memposting dan memperbarui informasi tentang penampilannya dan aktivitas artistik sehari-hari untuk dibagikan kepada para penggemarnya di mana pun berada," demikian pengumuman penyanyi Siu Black.

Sementara itu, pagi ini (12 Juni), penyanyi Phuong Thanh juga membagikan cuplikan di balik layar rekaman lagu "Ta Chang La Gi Ca" (Kita Bukan Apa-apa) bersama Siu Black. Menurut sang penyanyi, ketika kedua saudari itu memasuki studio rekaman untuk merekam lagu ini, Siu Black baru saja dari rumah sakit untuk menjalani cuci darah.
“Awalnya, kami berencana untuk berdua menyanyikan duet, tetapi saya pikir lagu itu cocok dengan kehidupan Siu, jadi Chanh mundur, hanya menyanyikan nada terendah untuk menambah kedalaman, karena khawatir Siu kehabisan napas karena kondisi fisiknya yang lemah. Setelah itu, saya menyanyikan harmoni yang lebih tinggi untuk memberi Siu kekuatan dan motivasi. Saya punya banyak lagu baru dan bagus, tetapi sudah lama Siu tidak memiliki lagu baru yang cocok untuknya, jadi saya ingin menyimpan kesempatan itu khusus untuknya,” jelas Phuong Thanh.

Menurut penelitian kami, meskipun menghadapi gagal ginjal stadium akhir dan sejumlah kondisi kesehatan yang mendasarinya, penyanyi Siu Black terus mendapatkan kekaguman dari publik dan rekan-rekannya karena semangat optimis dan ketabahannya.
Selama tur terbarunya di Mang Den, penyanyi Phuong Thanh juga menyempatkan diri mengunjungi sahabat dekatnya, Siu Black, di desa Plei Tonghia. Melihat kondisi "Burung Nightingale Pegunungan" saat ini setelah lama berjuang melawan penyakit, Phuong Thanh tak kuasa menyembunyikan kesedihannya.

Penyanyi itu menceritakan bahwa sesi dialisis rutin telah membuat kulit Siu Black agak pucat, kurus, dan kurang berc bercahaya dari sebelumnya. Namun, yang sangat menyentuh dan mengesankan Phuong Thanh adalah tekad teguh seniornya. Di tengah penderitaan akibat penyakit seriusnya, penyanyi itu tidak pernah kehilangan energi positif dan optimisme yang dimilikinya.
Menjelang usia enam puluh tahun, Siu Black kesulitan mengatasi berbagai penyakit fisik.
Pada awal tahun 2026, setelah lama mengalami kelelahan fisik dan kelemahan, penyanyi tersebut didiagnosis menderita penyakit ginjal kronis stadium akhir. Saat ini, ia harus menjalani hemodialisis secara teratur dua kali seminggu untuk menyaring darahnya dan mempertahankan hidupnya.

Sebelumnya, ia juga memiliki riwayat diabetes, dislipidemia, dan ketidakseimbangan elektrolit. Gagal ginjal progresif yang dialaminya pernah membuat Siu Black berada dalam kondisi kritis karena komplikasi kardiovaskular dan pernapasan, yang membutuhkan rawat inap darurat dan menimbulkan kekhawatiran besar di antara keluarga dan penggemarnya.
Untungnya, setelah berbulan-bulan dengan tekun mengikuti rencana perawatan dokternya, kesehatan Siu Black membaik dan berangsur-angsur stabil, sehingga ia dapat kembali menjalani kehidupan sehari-harinya seperti biasa.

Menolak untuk menyerah pada takdir, begitu kesehatannya stabil, Siu Black langsung kembali ke sorotan publik pada bulan Maret lalu. Penampilannya yang penuh semangat dalam berbagai acara seni menjadi pernyataan tegas tentang semangat yang tak pernah menyerah pada kesulitan.
Penyanyi itu juga memasukkan pengalaman dan semangat melepaskan diri setelah badai ke dalam lagu barunya, "I Am Nothing." Video musiknya dengan cepat meraih 12.000 penayangan hanya dalam dua hari setelah diunggah ke saluran YouTube Siu Black.

Siu Black mengaku bahwa, sejak saat melihat draf tersebut, ia langsung menangis karena setiap kata terasa seperti ditulis tentang kehidupannya sendiri. Seseorang yang pernah berdiri di puncak kejayaan, mengalami kepahitan, patah hati, dan penyakit, hanya untuk akhirnya memilih untuk melepaskan dan mencari kedamaian batin.
"Terbangun dari trans, aku belajar hidup perlahan. Tangan yang dulunya terkepal erat, kini terlepas, tak meninggalkan jejak apa pun. Dulu aku berada di puncak, lalu jatuh ke jurang. Kekayaan dan ketenaran, apa artinya kegagalan?"
Bagi Siu Black saat ini, lagu ini bukan sekadar produk hiburan, tetapi merupakan suara hatinya, ungkapan rasa terima kasih yang paling tulus yang ingin ia sampaikan kepada orang-orang terkasih, teman-teman, rekan kerja, dan para penontonnya, mereka yang tidak pernah meninggalkannya dan selalu menggenggam tangannya melewati suka duka kehidupan.
Sumber: https://danviet.vn/ca-si-siu-black-thong-bao-khan-d1434492.html






