- Minggu, 25 Agustus 2024 12:00 PM (GMT+7)
Apa itu penyakit hati pada anak?
Menurut Dr. Sufla Saxena, Kepala Gastroenterologi dan Hepatologi Anak di Rumah Sakit Manipal, Dwarka, India, penyakit hati pada anak adalah serangkaian gangguan yang memengaruhi hati pada bayi, anak-anak, dan remaja.
Meskipun prevalensi kondisi ini bervariasi, penyakit hati pada anak-anak memerlukan diagnosis dan pengobatan yang cepat untuk mencegah komplikasi serius seperti gagal hati.
Penyakit hati umum pada anak-anak
Atresia bilier : Ini adalah penyakit langka di mana saluran empedu tersumbat atau tidak ada, yang menyebabkan kerusakan hati dan sirosis. Penyakit ini biasanya muncul dalam beberapa minggu pertama kehidupan.
Hepatitis : Peradangan hati yang disebabkan oleh infeksi virus (seperti hepatitis A, B, dan C), penyakit autoimun, atau toksisitas obat.
Penyakit hati berlemak non-alkoholik (NAFLD) : Kondisi hati ini semakin umum terjadi pada anak-anak karena meningkatnya angka obesitas, karena melibatkan penumpukan lemak di sel-sel hati, yang berpotensi menyebabkan peradangan dan jaringan parut.
Penyakit Wilson : Ini adalah kelainan genetik yang menyebabkan penumpukan tembaga berlebihan, yang mengakibatkan kerusakan pada hati dan organ lainnya.
Sindrom Alagille : Ini adalah kondisi genetik yang memengaruhi saluran empedu, jantung, mata, dan tulang, menyebabkan penyakit hati kronis.
Gejala penyakit hati pada anak-anak
- Penyakit kuning
- Sakit perut
- Kaki bengkak
- Urine berwarna gelap dan feses berwarna terang
- Lelah
- Kehilangan nafsu makan dan penurunan berat badan
- Kulit gatal
- Mual dan muntah
Faktor apa saja yang meningkatkan risiko penyakit hati pada anak-anak?
Menurut American Liver Foundation (ALF), beberapa penyakit hati pada anak dapat disebabkan oleh masalah autoimun, di mana sistem kekebalan tubuh mengalami gangguan dan menyerang sel-sel tubuh sendiri. Selain itu, penyakit genetik, yang sering diwariskan dari satu atau kedua orang tua tetapi dapat berupa mutasi baru, seperti kolestasis hati familial progresif (PFIC), juga dapat menjadi penyebabnya.
Faktor risiko lainnya meliputi riwayat keluarga penyakit hati, obesitas, gaya hidup kurang aktif, infeksi virus hepatitis, dan paparan racun.
Bagaimana kita dapat meminimalkan risikonya?
Menurut Dr. Saxena, berikut beberapa langkah yang harus Anda ambil untuk melindungi anak Anda:
Pemeriksaan kesehatan rutin sangat penting untuk mendeteksi masalah potensial sejak dini.
- Deteksi dini gangguan metabolisme atau genetik.
- Batasi paparan terhadap bahan kimia dan obat-obatan berbahaya.
- Tingkatkan aktivitas fisik secara teratur untuk menjaga berat badan yang sehat.
- Anjurkan pola makan seimbang yang kaya akan buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian utuh.
- Pastikan Anda menerima semua vaksinasi yang diperlukan terhadap hepatitis A dan B.
Sumber: https://laodong.vn/suc-khoe/cac-benh-ly-gan-thuong-gap-o-tre-em-1384197.ldo






Komentar (0)