Dengan tujuan melindungi kesehatan masyarakat, pemerintah telah mengeluarkan peraturan yang memberlakukan sanksi ketat untuk pelanggaran di industri jasa makanan.
Dengan tujuan melindungi kesehatan masyarakat, pemerintah telah mengeluarkan peraturan yang memberlakukan sanksi ketat untuk pelanggaran di industri jasa makanan.
Peraturan ini tidak hanya membantu mencegah insiden kontaminasi makanan, tetapi juga memberikan dasar hukum yang penting untuk menangani tindakan yang membahayakan kesehatan konsumen.
| Pihak berwenang memeriksa sebuah bisnis makanan. |
Sesuai dengan Keputusan Pemerintah Nomor 115/2018/ND-CP tentang sanksi administratif atas pelanggaran di bidang keamanan pangan, pelanggaran di usaha jasa pangan, khususnya yang melibatkan fasilitas pengolahan makanan siap saji, dapur umum, restoran, dan warung makan, akan dikenakan sanksi berat.
Pelanggaran umum meliputi: menggunakan peralatan dan perlengkapan yang tidak higienis untuk pengolahan dan penyimpanan makanan, gagal mematuhi prosedur kebersihan selama pengolahan, menggunakan sumber air yang tidak memenuhi standar, dan tidak menerapkan langkah-langkah untuk mencegah kontaminasi silang antara makanan mentah dan makanan olahan.
Pelanggaran seperti memajang atau menyimpan makanan di atas peralatan atau perkakas yang tidak higienis akan dikenakan denda mulai dari 1.000.000 VND hingga 3.000.000 VND.
Tempat usaha juga akan didenda jika mereka tidak memiliki peralatan yang memadai untuk memproses dan menyimpan makanan mentah dan olahan secara terpisah, atau jika mereka membiarkan serangga atau hama masuk ke area pengolahan.
Tempat usaha yang gagal menerapkan atau menerapkan secara tidak benar proses inspeksi makanan tiga tahap atau peraturan penyimpanan sampel makanan juga akan dikenakan sanksi. Denda berkisar antara 3.000.000 VND hingga 5.000.000 VND tergantung pada tingkat keparahan pelanggaran.
Sesuai dengan peraturan, tempat usaha yang tidak mematuhi peraturan terkait pengangkutan dan penyimpanan makanan, atau yang tidak memiliki fasilitas cuci tangan dan toilet, juga akan dikenakan denda dengan tarif yang sama.
Yang menjadi perhatian khusus, tempat usaha yang mempekerjakan penanggung jawab pengolahan makanan tanpa pelatihan keamanan pangan bersertifikat akan menghadapi denda mulai dari 5.000.000 VND hingga 7.000.000 VND.
Pelanggaran yang lebih serius, seperti menggunakan air yang tidak memenuhi standar teknis untuk pengolahan makanan atau gagal mengumpulkan dan mengolah limbah di area pengolahan, dapat dikenakan denda mulai dari 7.000.000 VND hingga 10.000.000 VND.
Perusahaan yang mempekerjakan pengolah makanan yang mengidap penyakit menular seperti kolera, disentri, tifus, hepatitis A dan E, atau tuberkulosis akan didenda antara 10.000.000 dan 15.000.000 VND. Ini adalah hukuman tertinggi untuk pelanggaran ini, yang bertujuan untuk melindungi kesehatan konsumen dari risiko infeksi yang ditularkan melalui makanan.
Selain denda, perusahaan yang melanggar juga dapat dikenakan sanksi berupa penangguhan operasi produksi, pengolahan, atau pasokan makanan selama 1 hingga 3 bulan, terutama untuk pelanggaran yang terkait dengan mempekerjakan staf yang mengidap penyakit menular atau gagal memastikan keamanan dan kebersihan makanan.
Yang penting, sanksi dalam Keputusan ini secara jelas membedakan antara individu dan organisasi. Untuk organisasi, sanksinya akan dua kali lipat dari sanksi untuk individu.
Ini berarti bahwa bisnis, restoran, tempat makan, dan organisasi jasa makanan dapat menghadapi denda yang sangat besar jika terjadi pelanggaran.
Denda maksimal untuk individu yang melanggar peraturan adalah VND 100.000.000 dan untuk organisasi adalah VND 200.000.000. Namun, jika denda ini masih kurang dari tujuh kali nilai produk makanan yang melanggar, maka denda maksimal akan diterapkan sebesar tujuh kali nilai produk makanan yang melanggar.
Tempat usaha jasa makanan perlu memperhatikan kepatuhan terhadap peraturan tentang pengolahan dan pengawetan makanan, serta memastikan kebersihan dan keamanan selama proses melayani pelanggan.
Secara khusus, mempekerjakan staf yang memiliki pengetahuan tentang keamanan pangan, menerapkan proses inspeksi pangan tiga langkah, dan menjaga lingkungan yang bersih merupakan faktor penting dalam membantu perusahaan menghindari sanksi dan menjamin kesehatan masyarakat.
Mematuhi peraturan keamanan pangan tidak hanya membantu bisnis menghindari sanksi, tetapi juga merupakan tanggung jawab kepada konsumen dan masyarakat. Oleh karena itu, setiap perusahaan perlu secara aktif mempelajari dan menerapkan peraturan dengan benar agar dapat beroperasi secara berkelanjutan dan menjamin kesehatan serta keselamatan masyarakat.
Sanksi tegas untuk pelanggaran di bidang keamanan pangan diperlukan untuk meningkatkan kesadaran di kalangan pelaku usaha dan melindungi kesehatan konsumen.
Tempat usaha jasa makanan perlu memberikan perhatian khusus untuk mematuhi peraturan kebersihan makanan, proses inspeksi makanan tiga tahap, dan prosedur pengolahan yang aman untuk menghindari konsekuensi serius akibat pelanggaran tersebut.
Sumber: https://baodautu.vn/xu-phat-vi-pham-an-toan-thuc-pham-cac-quy-dinh-can-biet-d241250.html






Komentar (0)