|
Camavinga meminta maaf setelah kartu merah yang berakibat fatal. |
Gelandang Prancis itu mengakui kesalahannya. Di halaman pribadinya, Camavinga menulis: "Saya ingin meminta maaf. Saya bertanggung jawab penuh atas kesalahan saya. Saya meminta maaf kepada rekan-rekan setim dan para penggemar. Terima kasih atas dukungan Anda. Hala Madrid." Dia menyertakan foto dirinya meninggalkan Allianz Arena dengan ekspresi kecewa di menit-menit terakhir pertandingan.
Dalam pertandingan krusial di Allianz Arena, Camavinga tidak menjadi starter tetapi dimasukkan pada menit ke-62, ketika Real Madrid unggul 3-2 dan skor agregat masih imbang. Namun, titik balik terjadi hanya sekitar 15 menit setelah ia masuk.
Pada menit ke-78, ia menerima kartu kuning pertamanya setelah melakukan pelanggaran. Kemudian, pada menit ke-86, gelandang berusia 23 tahun itu menerima kartu kuning lagi karena menunda tendangan bebas. Situasi tersebut sangat kontroversial karena pelanggaran yang tampaknya jelas.
Keputusan wasit Slavko Vincic membuat Real Madrid bermain dengan kekurangan pemain di momen krusial. Bermain hanya dengan 10 pemain berdampak signifikan pada permainan tim La Liga tersebut, yang menyebabkan hilangnya keunggulan dan akhirnya tersingkir dari turnamen.
Setelah pertandingan, kartu merah Camavinga memicu kehebohan media di Eropa. Banyak yang berpendapat bahwa Camavinga kurang berpengalaman dalam menangani situasi tersebut, terutama dalam pertandingan penting. Sang pemain sendiri mengakui ketidakdewasaannya dan menganggapnya sebagai pelajaran besar dalam kariernya.
Bagi Real Madrid, ini menandai musim kedua berturut-turut tanpa trofi. Camavinga sendiri juga menghadapi risiko dipecat dari Bernabeu pada musim panas 2026.
Tendangan menakjubkan yang mengguncang Real Madrid: Pada dini hari tanggal 16 April, Michael Olise mencetak gol solo spektakuler untuk memastikan kemenangan 4-3 bagi Bayern Munich atas Real Madrid di leg kedua perempat final Liga Champions.
Sumber: https://znews.vn/camavinga-xin-loi-post1644210.html







Komentar (0)