Buku tabungan membantu nasabah membuktikan simpanan mereka di bank. Jika buku tabungan hilang, nasabah perlu memahami prosedur berikut.
Apa yang harus dilakukan ketika Anda kehilangan buku tabungan Anda
Buku tabungan merupakan salah satu jenis sertifikat yang menunjukkan bukti simpanan nasabah di bank, yang di dalamnya memuat secara jelas informasi mengenai jumlah simpanan dan besarnya bunga yang akan diterima setelah jangka waktu tertentu.
Saat ini, banyak orang memilih untuk membuka rekening tabungan di bank untuk mengelola keuangannya secara aman, efektif, dan menguntungkan.
Jika kehilangan buku tabungan, nasabah perlu mengikuti langkah-langkah berikut untuk mengatasi masalah tersebut:
Langkah 1: Beritahukan bank
Segera setelah Anda mengetahui buku tabungan Anda hilang, Anda perlu memberi tahu bank dengan menghubungi hotline atau langsung ke konter transaksi. Hal ini harus dilakukan sesegera mungkin agar bank dapat membekukan buku tabungan tersebut untuk menghindari risiko.
Langkah 2: Prosedur kehilangan buku tabungan di bank
Setelah melakukan pemberitahuan kepada pihak bank, nasabah perlu mendatangi kantor transaksi terdekat untuk melakukan prosedur pelaporan kehilangan buku tabungan.
Demi kenyamanan proses administrasi, nasabah disarankan untuk menyiapkan semua dokumen identitas yang sah (KTP/paspor yang masih berlaku) dan langsung datang ke kantor transaksi bank. Di sana, nasabah akan dipandu untuk mengisi semua informasi pada formulir pernyataan buku hilang. Setelah itu, bank akan mencatat informasi tersebut dan memulai proses permohonan.
Langkah 3: Tunggu bank memprosesnya
Setelah menerima notifikasi, bank akan memverifikasi dan memproses permintaan tersebut. Proses ini dapat memakan waktu beberapa menit hingga beberapa hari, tergantung pada peraturan bank.
Jika buku tabungan yang hilang belum ditutup dan tidak dalam kondisi beku, bank akan menyetujui prosedur penarikan uang atau penerbitan ulang buku tabungan oleh nasabah. Nasabah akan dihubungi melalui telepon atau email ketika buku baru siap diambil.
Perlu diperhatikan bahwa saat menarik uang, nasabah perlu menunjukkan surat keterangan kehilangan dengan tanda tangan bank, bukan buku tabungan, dan melaksanakan prosedur penarikan normal.
2. Catatan saat menyetor uang dan menyimpan buku tabungan
Buku tabungan merupakan salah satu aset terpenting saat menabung. Oleh karena itu, untuk memastikan keamanan dan melindungi kepentingan Anda, nasabah perlu memperhatikan hal-hal berikut:
Pertama, Anda perlu menyimpan buku tabungan dengan baik. Karena merupakan dokumen penting, buku tabungan Anda perlu dilindungi agar tidak robek, rusak, atau hilang. Simpan buku tabungan di tempat yang sejuk dan terhindar dari kelembapan. Sebaiknya gunakan tas nilon atau tutup rapat buku tabungan untuk menghindari debu dan kelembapan.
Perlu diingat bahwa Anda tidak boleh membagikan informasi buku tabungan Anda. Informasi terkait buku tabungan sangat sensitif, jadi jangan bagikan dengan orang asing atau di media sosial. Karena hal ini dapat menyebabkan masalah yang tidak diinginkan bagi nasabah.
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah memantau buku tabungan Anda secara berkala. Nasabah perlu memantau buku tabungan mereka secara berkala untuk mendeteksi tanda-tanda awal penyimpangan seperti buku tabungan robek, hilang, atau dicuri. Selain itu, Anda sebaiknya menggunakan aplikasi bank untuk memeriksa keakuratan buku tabungan.
Sebagian besar bank menyediakan aplikasi Mobile Banking/Internet Banking untuk memudahkan nasabah melakukan transaksi dan melihat informasi rekening kapan saja.
Segera beri tahu bank jika Anda menemukan kesalahan atau masalah pada buku tabungan Anda. Jika Anda menemukan kesalahan atau masalah pada buku tabungan Anda, segera beri tahu bank untuk mendapatkan dukungan dan penyelesaian yang tepat waktu.
(Disintesis dari situs web Hong Leong, Eximbank, Techcombank , VIB)
[iklan_2]
Sumber: https://vietnamnet.vn/can-lam-gi-neu-mat-so-tiet-kiem-2385554.html
Komentar (0)