
Perdana Menteri Kanada Mark Carney berbicara di sebuah konferensi pertahanan di Ottawa. Foto: Reuters
Berbicara di sebuah konferensi pertahanan di Ottawa pada 27 Mei, Perdana Menteri Mark Carney mengatakan bahwa sistem GlobalEye, dengan serangkaian sensor canggih dan peralatan tempurnya, akan menjadi "sumber daya utama" yang membantu militer Kanada mendeteksi dan melawan ancaman di Arktik — sebuah wilayah yang semakin penting secara strategis.
GlobalEye dikembangkan oleh Saab berdasarkan platform pesawat Global 6500 dari Bombardier Canada. Sementara itu, pesaingnya, E-7 Wedgetail milik Boeing, telah dilanda penundaan dan pembengkakan biaya.

GlobalEye dikembangkan oleh Saab berdasarkan jet pribadi Global 6500 dari Bombardier Kanada. Foto: Reuters
Keputusan Ottawa mencerminkan pergeseran penting dalam pemikiran pertahanan Kanada di bawah Perdana Menteri Carney. Pada bulan Maret, pemimpin Kanada itu berjanji bahwa negara tersebut akan bertanggung jawab penuh untuk melindungi wilayah Arktiknya yang luas, daripada terlalu bergantung pada jaringan pengawasan bersama dengan Amerika Serikat seperti yang telah dilakukan selama beberapa dekade.
Perdana Menteri Swedia Ulf Kristersson menyambut baik keputusan Ottawa, dengan mengatakan bahwa proyek GlobalEye telah menciptakan lapangan kerja di Kanada dan berkontribusi pada hubungan yang lebih erat dalam rantai pasokan pertahanan antara kedua negara.

Perdana Menteri Swedia Ulf Kristersson. Foto: Reuters
Selain kesepakatan pesawat peringatan dini, Saab saat ini juga bersaing untuk memasok jet tempur Gripen ke Angkatan Udara Kanada. Meskipun Ottawa telah menandatangani kontrak untuk membeli 88 jet tempur F-35 dari Lockheed Martin, pemerintah Kanada tetap terbuka terhadap kemungkinan mengurangi pesanan setelah AS memberlakukan tarif pada banyak impor Kanada.
Van Binh
Sumber: Reuters
Sumber: https://baothanhhoa.vn/canada-chon-thuy-dien-trong-thuong-vu-quoc-phong-289173.htm








Komentar (0)