Dunia perlu bertindak segera untuk mengatasi ancaman ini sebelum AI menjadi tidak terkendali oleh manusia.
Peringatan mendesak tersebut dikeluarkan dalam pernyataan tanggal 23 Juni oleh Dewan Pemantauan dan Penilaian Intelijen Five Eyes (FIORC), yang menegaskan bahwa membangun perlindungan terhadap AI sekarang sangat penting untuk mencegah risiko krisis keamanan siber global.
Berbagai negara meyakini bahwa laju perkembangan AI saat ini jauh melampaui perkembangan mekanisme untuk mengelola dan melindungi keamanan.
Pernyataan tersebut mengatakan: Model AI canggih diprediksi akan segera melampaui ekspektasi saat ini, secara fundamental mengubah kemampuan serangan siber dan pertahanan. Jangka waktunya bukan bertahun-tahun, tetapi hanya beberapa bulan.
Salah satu kekhawatiran adalah meningkatnya penggunaan model bahasa besar (LLM) untuk mengotomatisasi proses penulisan kode berbahaya. Teknologi deepfake (pemalsuan gambar dan suara berbasis AI) juga berkembang dengan kecepatan yang mengkhawatirkan.
Risikonya tidak terbatas pada kejahatan siber atau penipuan keuangan; AI juga dapat dimanfaatkan untuk memanipulasi opini publik, menyebarkan informasi yang salah, dan secara langsung berdampak pada keamanan nasional.
Aliansi tersebut mengeluarkan rekomendasi mendesak, yang berfokus pada pergeseran kuat menuju model pencegahan proaktif dan akuntabilitas yang lebih besar dari perusahaan teknologi besar atas produk AI yang mereka kembangkan.
Langkah-langkah keamanan siber perlu diintegrasikan sejak tahap perancangan sistem. Berbagi data dan intelijen secara real-time antara sektor publik dan swasta perlu ditingkatkan…
Menurut Pusat Keamanan Siber Australia (ACSC), jika standar keamanan global untuk AI tidak segera ditetapkan, dunia dapat menghadapi risiko internet dimanipulasi oleh algoritma yang semakin kompleks dan sulit dikendalikan.
Sumber: https://nhandan.vn/canh-bao-rui-ro-ai-gia-tang-post971028.html










