MEGHAH - KASTIL TEPI SUNGAI
Bisnis perhotelan modern merupakan industri yang sangat baru di Saigon yang maju. Hotel Majestic berlantai lima, yang terletak di sudut Jalan Catinat (Dong Khoi) dan dermaga Quai de Myre de Villers (Ton Duc Thang), menghadap ke Sungai Saigon, adalah contoh utama dari kisah sukses ini.

Hotel Majestic di Kota Ho Chi Minh
FOTO: QUYNH TRAN
Menurut foto-foto lama, atap bangunan asli dibiarkan kosong dengan teralis bergaya pergola yang luas. Mungkin Majestic adalah hotel pertama di Saigon yang memiliki restoran dan kafe terbuka di atapnya. Itu adalah tempat yang menyenangkan untuk menikmati pemandangan panorama kota, sungai, dan semenanjung Thu Thiem. Di tingkat ini, di bagian tengah antara sayap kiri dan kanan, terdapat dua menara beratap genteng yang menonjol, di bawahnya terdapat jendela bundar besar, yang mengingatkan pada ruang dalam istana-istana Tiongkok.
Sementara itu, fasad lantai-lantai lainnya dihiasi dengan banyak pagar balkon besi tempa yang diukir dan dilengkungkan dengan rumit. Puncak keindahan bangunan ini adalah pintu masuk utama dengan kanopi melengkung yang anggun, yang menopang tulisan timbul "Majestic ". Pintu masuk di sini dirancang dengan gaya megah layaknya istana. Di kedua sisi bangunan terdapat jendela-jendela besar terbuka yang terletak di bawah lengkungan-lengkungan elegan. Trotoar di samping jendela dilengkapi dengan meja dan kursi bagi para tamu untuk duduk dan menikmati pemandangan, seperti kafe teras di Paris.
Desain keseluruhan bangunan pada awalnya menampilkan garis arsitektur Prancis yang dipertegas dengan sentuhan Tiongkok, mirip dengan gaya "rumah Paman Hoa" (sekarang Museum Seni Rupa, Distrik 1). Yang lebih mengejutkan lagi, pemilik hotel tersebut adalah perusahaan keluarga Hui Bon Hoa.
Segera setelah dibuka, Hotel Majestic, meskipun hanya memiliki 44 kamar, menjadi destinasi favorit bagi wisatawan Prancis dan internasional, terutama karena Indochina mulai gencar mempromosikan pariwisata ke luar negeri. Bersebelahan dengan hotel, di Jalan Catinat, sebuah bioskop bernama Majestic Cinema dibuka pada tahun 1934. Setelah tahun 1963, tempat itu direnovasi menjadi klub malam dan restoran bernama Maxim, yang dinamai berdasarkan merek terkenal dari Paris.
Sejak tahun 1948, Hotel Majestic menjadi kantor pusat Administrasi Pariwisata Indochina. Setelah tahun 1954, hotel ini berganti nama menjadi Hoan My dalam bahasa Vietnam, bersamaan dengan nama Majestic. Dari akhir tahun 1950-an hingga tahun 1990-an, bangunan hotel mengalami beberapa renovasi dan peningkatan. Setelah tahun 1975, Hotel Majestic menjadi tempat menginap banyak tokoh terkenal seperti Presiden Prancis Francois Mitterrand, Raja Leopold dari Belgia, Adipati Andrew dari Inggris, dan aktris Prancis Catherine Deneuve…
Sejak tahun 2003, Hotel Majestic telah melakukan perluasan ke kanan, memanfaatkan bangunan 8 lantai yang bersebelahan. Bangunan yang baru diperoleh tersebut direnovasi agar memiliki fasad yang mirip dengan bangunan lama. Pada tahun 2019, Hotel Majestic diperluas lebih lanjut ke Jalan Nguyen Hue.
GRAND HOTEL - KLASIK DAN ELEGAN
Sangat dekat dengan Hotel Majestic, hanya sekitar 100 meter jauhnya, Grand Hotel berlantai empat terletak di "titik" persimpangan jalan Catinat dan Vannier (Jalan Ngo Duc Ke). Yang menonjol di lantai atas adalah kubah putih salju yang menjulang tinggi, mengingatkan pada gereja Sacré Coeur de Montmartre yang terkenal di Paris. Ini adalah kubah besar berbentuk lonceng yang khas dari arsitektur gereja Katolik Roma. Desain ini menjadikan Grand Hotel sebagai hotel tertinggi dan paling unik di Saigon pada waktu itu.

Kartu pos Grand Hotel pada tahun 1930-an, ketika masih bernama Saigon Palace.
FOTO: KOLEKSI OLEH NGUYEN DAI HUNG LOC
Dari kubah hingga ke lantai dasar, bangunan ini berbentuk melengkung seperti menara yang terbagi menjadi empat tingkat. Kecuali lantai dasar, setiap tingkat memiliki tiga jendela besar, menciptakan kesan luas dan elegan. Lantai di bawah kubah memiliki balkon tambahan yang menjorok dengan ventilasi dekoratif yang terbuat dari keramik berglasir biru tua. Baik sayap kiri maupun kanan memiliki balkon dengan kanopi dan ventilasi dekoratif serupa. Yang menarik, kanopi tersebut berubin dan bergaya Asia Timur. Sebagian besar fasad di lantai dua dan tiga tidak memiliki balkon, melainkan menampilkan jendela tinggi dan lebar. Seluruh bangunan, meskipun masif, memberikan kesan elegan.
Grand Hotel diinvestasikan oleh ekspatriat Prancis di Indochina. Pada berbagai waktu, hotel ini bernama Saigon Palace (1937), Saigon Grand Inn (1958), Dong Khoi (setelah April 1975), dan dikenal dengan nama gabungan lama dan baru Grand Saigon Hotel sejak 1985. Sejak 2007, hotel ini diperluas ke arah Jalan Ho Huan Nghiep (dahulu Jalan Turc selama periode kolonial Prancis). Bangunan baru ini memiliki 20 lantai, tetapi eksteriornya dirancang dengan baik, meniru gaya bangunan lama.
Hingga saat ini, Grand Saigon Hotel merupakan hotel besar dengan lebih dari 250 kamar dan banyak restoran serta kafe di lantai dasar dan atas. Saat ini, baik Majestic maupun Grand Saigon Hotel berada di bawah manajemen Saigon Tourist Corporation, dan pantas menyandang gelar sebagai sepasang hotel wisata klasik dan mewah. (bersambung)
Sumber: https://thanhnien.vn/cap-doi-majestic-va-grand-hotel-1852504172309366.htm






Komentar (0)