Pada menit ke-42 leg kedua semifinal Liga Europa, saat MU tertinggal 0-1, Patrick Dorgu memberikan umpan terobosan menembus lini pertahanan tinggi Athletic Bilbao. Alejandro Garnacho lolos dan berhadapan langsung dengan kiper Julen Agirrezabala.
![]() |
Garnacho melewatkan peluang terbaik Manchester United di babak pertama. |
Namun, alih-alih melengkungkan bola ke sudut jauh, ia memilih tendangan melambung. Tendangan pemain muda Argentina itu melewati jangkauan kiper lawan, tetapi melenceng.
Di pinggir lapangan, pelatih Ruben Amorim tak bisa menyembunyikan kekecewaannya terhadap anak didiknya yang lahir tahun 2004 itu. Penyelesaian akhir sudah lama menjadi masalah bagi Garnacho. Dalam momen-momen cemerlang, pemain berusia 21 tahun itu mampu menciptakan gol-gol spektakuler. Namun, ia sering kali melewatkan peluang yang seharusnya bisa dimanfaatkan pemain penyerang mana pun untuk mencetak gol.
"Terlalu mencolok. Penyelesaian sederhana saja sudah cukup," komentar seorang penggemar MU yang frustrasi. "Rekrut Matheus Cunha segera," tambah yang kedua. "Chelsea, datang dan rekrut Garnacho dan tinggalkan 70 juta poundsterling," ujar penggemar Setan Merah ketiga yang kecewa.
Setelah peluang yang disia-siakan Garnacho, MU menampilkan babak kedua yang spektakuler dengan empat gol. Pemain pengganti Mason Mount bersinar dengan dua gol luar biasa, membantu MU melaju ke final Liga Europa melawan Tottenham.
Final Liga Europa musim ini yang mempertemukan dua tim Inggris akan berlangsung pada pukul 02.00 pagi tanggal 22 Mei di San Mames, stadion kandang Bilbao.
Sumber: https://znews.vn/cdv-mu-noi-gian-voi-garnacho-post1552034.html







Komentar (0)