![]() |
Tottenham Hotspur sekali lagi kehilangan poin berharga setelah ditahan imbang 2-2 oleh Burnley di Turf Moor. |
Di Turf Moor, gol Cristian Romero pada menit ke-90 menyelamatkan Tottenham dari kekalahan memalukan melawan Burnley yang berada di posisi terbawah klasemen. Bek tengah itu menyundul bola untuk menyamakan kedudukan menjadi 2-2 dan mengamankan satu poin yang beruntung bagi tim tamu.
Namun, peluit akhir berbunyi, diiringi sorakan ejekan dari bagian tribun tempat para penggemar Spurs datang untuk mendukung tim mereka. "Kami ingin Frank dipecat," teriak para pendukung Tottenham.
Spurs memulai pertandingan dengan baik dan unggul terlebih dahulu, tetapi tekanan bermain di Liga Champions tengah pekan membuat mereka tidak mampu mengimbangi intensitas Burnley di babak kedua dan hampir mengalami kekalahan lagi.
Ketika wasit meniup peluit akhir, para pendukung tim tamu mencemooh serempak. Mereka berpendapat bahwa manajer Thomas Frank perlu segera dipecat, jika tidak, Spurs berisiko tidak hanya gagal lolos ke Liga Champions musim depan tetapi juga terdegradasi ke Championship.
![]() |
Pelatih Thomas Frank berisiko dipecat. |
Tekanan tetap tinggi pada manajer Thomas Frank karena Spurs hanya memenangkan 2 dari 14 pertandingan Liga Premier terakhir mereka. Spurs gagal mempertahankan performa dari kemenangan Liga Champions mereka melawan Borussia Dortmund tengah pekan lalu, dan akhirnya tanpa trofi di liga domestik pada tahun 2026.
Saat ini berada di peringkat ke-13, Tottenham hanya berjarak 8 poin dari zona degradasi. Bulan Februari menghadirkan tantangan berat karena mereka akan menghadapi Manchester City, Manchester United, Newcastle, dan Arsenal di Liga Primer. Performa buruk dalam pertandingan-pertandingan ini dapat membuat Tottenham terperosok ke zona degradasi.
Sumber: https://znews.vn/cdv-tottenham-phan-no-post1622593.html








Komentar (0)