
Berbicara tentang tanggung jawab barunya, striker kelahiran 1997 itu mengungkapkan rasa hormat dan kebahagiaannya karena mendapat kepercayaan dari staf pelatih dan rekan-rekan setimnya.
“Saat bermain di tim junior di Brasil , saya adalah kapten. Tapi ini pertama kalinya saya dipercaya dengan peran dalam tim kepemimpinan tim nasional Vietnam. Jujur, saya sangat senang,” ujar Xuan Son.
Striker tim nasional Vietnam itu menegaskan bahwa ban wakil kapten tidak menciptakan tekanan, melainkan memotivasinya untuk bekerja lebih keras dalam latihan dan pertandingan.
"Saya sudah terbiasa dengan tekanan. Menjadi bagian dari tim kepemimpinan tim nasional Vietnam adalah suatu kehormatan bagi saya. Ini adalah sesuatu yang sangat istimewa. Saya akan berusaha sebaik mungkin untuk membantu tim," kata Xuan Son.
Dengan tujuan mempertahankan gelar Piala ASEAN, Nguyen Xuan Son menekankan bahwa kepentingan bersama selalu lebih diutamakan daripada prestasi individu.
"Saya selalu ingin mencetak gol dan mengincar gelar pencetak gol terbanyak. Tetapi jika saya menjadi pencetak gol terbanyak dan tim tidak memenangkan kejuaraan, itu tidak berarti banyak. Yang terpenting tetaplah trofi kejuaraan. Saya ingin membantu tim mempertahankan gelar ini dengan sukses."
Setelah menjalani perawatan cedera dalam waktu yang lama, Xuan Son mengatakan bahwa ia secara bertahap kembali ke performa terbaiknya dan yakin untuk mengejar tujuan-tujuan di masa mendatang.
"Saya baru saja pulih dari cedera serius, jadi saya butuh lebih banyak waktu untuk mencapai performa terbaik saya. Saat ini, saya merasa sangat bugar dan akan berusaha sebaik mungkin untuk mencetak gol, memberikan assist, dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh staf pelatih."
Selain itu, Xuan Son juga mengirimkan kata-kata penyemangat kepada kapten Do Duy Manh , yang saat ini sedang memulihkan diri dari cedera.
“Saya berharap Duy Mạnh segera kembali. Dia adalah pemain yang sangat penting bagi tim nasional dan juga teman dekat saya. Saya berharap dia terus bekerja keras agar bisa segera kembali bermain bersama seluruh tim,” kata Xuân Son.
Dalam mengevaluasi para rekrutan baru di kamp pelatihan ini, striker kelahiran Brasil itu memberikan pujian tinggi kepada Ngo Dang Khoa dan percaya bahwa pemain muda itu akan cepat beradaptasi dengan lingkungan tim nasional.
“Dang Khoa adalah pemain berkualitas dengan banyak kualitas bagus. Saya berharap dia akan memberikan kontribusi besar bagi tim nasional, dan saya juga akan berusaha membantunya berintegrasi dengan cepat bersama seluruh tim,” kata Xuan Son.
Mengenai Nguyen Tai Loc, Xuan Son percaya bahwa rekan setimnya itu pantas mendapatkan kesempatan setelah bertahun-tahun membuktikan kemampuannya di V.League.
"Tai Loc telah bekerja sangat keras untuk mencapai posisinya saat ini. Dia telah bermain di Vietnam selama bertahun-tahun dan sepenuhnya layak berada di tim nasional."
"Kami akan membantunya beradaptasi dengan cepat agar dia bisa berkontribusi bagi tim," tegas penyerang utama tim nasional Vietnam itu.

Mengenai persaingan untuk mendapatkan tempat di lini serang, Xuan Son menyatakan bahwa ia selalu menghormati semua keputusan yang dibuat oleh pelatih Kim Sang-sik dan hanya fokus pada menjalankan tugasnya dengan baik.
"Tim ini memiliki banyak pemain berkualitas. Tugas saya adalah bermain, mencetak gol, dan membantu seluruh tim. Pemilihan susunan pemain adalah keputusan pelatih kepala."
Sesuai rencana, tim nasional Vietnam akan melanjutkan latihan di Hanoi hingga 1 Juli sebelum berangkat ke Korea Selatan untuk mengikuti kamp pelatihan dari tanggal 2 hingga 14 Juli.
Selama periode ini, pelatih Kim Sang-sik dan timnya akan memainkan tiga pertandingan persahabatan untuk mengevaluasi skuad mereka, menyempurnakan gaya bermain mereka, dan memastikan persiapan sebaik mungkin sebelum memulai kampanye mereka untuk mempertahankan gelar Piala ASEAN pada tahun 2026.
Sumber: https://baovanhoa.vn/the-thao/chiec-cup-vo-dich-quan-trong-hon-danh-hieu-ca-nhan-240814.html









