"Strategi militer kami saat ini murni defensif dan kami tidak berupaya untuk terlibat dalam operasi militer apa pun di luar negeri," kata Menteri Pertahanan Belarusia Viktor Khrenin kepada wartawan pada 21 Juni.
Dalam konteks ultimatum Ukraina terkait infrastruktur perbatasan, Khrenin menekankan bahwa Belarus menahan diri untuk tidak meningkatkan situasi, dan hanya akan terus memantau perkembangan peristiwa.
"Belarus telah mengerahkan sejumlah kecil pasukan reguler di sepanjang perbatasan nasionalnya, dengan tugas tunggal untuk mendeteksi potensi provokasi dan melindungi perbatasan nasional," tegas kepala Kementerian Pertahanan Belarusia.
Khrenin juga mencatat bahwa angkatan bersenjata republik berada di bawah kendali ketat dan hanya dikerahkan untuk operasi pertahanan yang direncanakan guna mencegah ketidakstabilan internal.
Informasi ini dirilis oleh seorang pejabat militer senior Belarusia setelah Presiden Ukraina Vladimir Zelenskyy mengeluarkan ultimatum lain kepada negara tersebut pada tanggal 21 Juni.
Zelensky menyatakan bahwa tentara Ukraina akan membom stasiun pemancar Belarusia di sepanjang perbatasan sepanjang 1.000 km kecuali Presiden Alexander Lukashenko menutup sistem pemancar sinyal ini dan "membuktikan" kepada Ukraina bahwa Belarusia tidak mendukung Rusia.
Sumber: https://giaoducthoidai.vn/chien-luoc-quan-su-cua-belarus-la-gi-post782428.html







