Selama pekan tanggal 21 hingga 27 Oktober, Departemen Keamanan Siber memperingatkan masyarakat tentang tiga penipuan umum berikut:
-Taktik penipuan untuk meminta sumbangan amal bagi kuil: sejumlah individu memanfaatkan kebakaran kuil baru-baru ini, membuat halaman Facebook palsu yang menyamar sebagai kuil untuk meminta sumbangan.
Halaman Facebook palsu tersebut memiliki antarmuka yang identik dengan halaman resmi, dengan banyak memposting gambar dan video untuk membangun kepercayaan dengan pemirsa. Para pelaku juga mengeluarkan uang untuk iklan dengan tujuan menjangkau lebih banyak orang dan mendapatkan tingkat interaksi yang tinggi.
Ketika seseorang menemukan bahwa ini adalah situs penipuan dan berkomentar untuk memperingatkan orang lain, penipu tersebut menghapus komentar dan memblokir akses.
Departemen Keamanan Siber merekomendasikan agar individu dan organisasi melakukan riset informasi secara menyeluruh, menyelidiki organisasi yang meminta sumbangan, dan menahan diri dari mentransfer uang ke entitas yang tidak dikenal, hanya melakukannya melalui organisasi yang bereputasi baik.

- Taktik penipuan yang melibatkan pemasangan aplikasi perbankan palsu: Penipu membuat situs web, aplikasi, dan halaman media sosial yang meniru bank dan lembaga keuangan. Mereka mendekati korban melalui berbagai cara, kemudian mencoba mencuri informasi pribadi pengguna dan melakukan penipuan keuangan.
Departemen Keamanan Siber menyarankan masyarakat untuk sangat waspada terhadap tawaran peningkatan kartu kredit; pinjaman online cepat dengan suku bunga rendah; dan pemberitahuan tentang transaksi mencurigakan di rekening bank.
Jangan sekali-kali menginstal aplikasi dari sumber yang tidak dikenal, mengakses tautan, mengikuti instruksi, mentransfer uang kepada orang asing, atau memberikan informasi pribadi dalam bentuk apa pun.
- Taktik konsultasi kesehatan yang menipu: pelaku membuat Fanpage untuk menawarkan saran kesehatan, berbagi informasi dan video yang menampilkan dokter dan staf medis untuk memberikan nasihat, berbagi informasi tentang penggunaan obat-obatan, dan menyertakan testimoni dari orang-orang yang telah menggunakan obat-obatan tersebut untuk mendapatkan kepercayaan pengguna.
Kemudian, para pelaku memikat korban untuk berpartisipasi dalam konsultasi dan membeli obat-obatan dengan berbagai insentif. Banyak orang tidak hanya ditipu uangnya tetapi juga menderita konsekuensi kesehatan akibat menggunakan produk yang tidak diketahui asal-usulnya.
Departemen Keamanan Siber menyarankan masyarakat untuk berhati-hati saat menggunakan layanan pemeriksaan dan perawatan medis. Penting untuk menggunakan platform pemeriksaan dan perawatan medis resmi dan berlisensi yang identitas dokter dan fasilitas medisnya dapat diverifikasi. Jangan mempercayai tawaran dari orang asing, dan jangan mentransfer uang atau memberikan informasi kepada orang asing.
Sumber: https://kinhtedothi.vn/canh-bao-chieu-thuc-lua-cai-app-ngan-hang-gia-mao.html






Komentar (0)