Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Senja tiba di pasar bunga Quang Ba.

Terletak di Jalan Au Co 236, Kelurahan Tay Ho, Pasar Bunga Quang Ba telah lama menjadi bagian yang tak terpisahkan dari ingatan warga Hanoi. Meskipun ramai dengan irama kota dari tengah malam hingga subuh, saat senja tiba, pasar bunga perlahan memudar ke latar belakang, muncul dengan tenang sebagai sentuhan lembut di tengah hiruk pikuk lanskap perkotaan.

Báo Pháp Luật Việt NamBáo Pháp Luật Việt Nam30/01/2026

Saat hari menjelang malam, Jalan Au Co memasuki jam sibuknya. Arus mobil yang padat, klakson yang berbunyi, debu, dan suara mesin bercampur menjadi satu, menciptakan pemandangan khas Hanoi yang ramai. Tetapi begitu Anda berbelok ke gerbang pasar bunga Quang Ba, suasana berubah. Di sana, keramaian dan kebisingan menghilang. Kios-kios bunga tampak tenang, tersusun rapi; orang-orang dan keindahan alam saling bersentuhan dalam ketenangan yang langka, memberikan pasar bunga pesona romantis yang unik saat senja.

Angin dingin menusuk tulang di akhir musim dingin bertiup, membawa aroma tanah, ranting, dan kumpulan bunga yang masih berkilauan oleh embun. Laju pasar melambat sedemikian rupa sehingga Anda dapat dengan jelas mendengar suara gunting pangkas dan gemerisik lembut daun kering di tanah. Bunga-bunga yang sudah layu dipilah, siap untuk dibuang – pemandangan yang biasa terlihat di pasar setiap sore. Para pedagang bergegas merapikan, beristirahat, dan mengumpulkan tenaga untuk pasar pagi berikutnya. Tidak ada yang terburu-buru. Setiap gerakan tampaknya memiliki jeda, cukup bagi orang-orang untuk bernapas dalam-dalam dan mengamati lebih dekat hal-hal yang tampaknya biasa.

Di tengah ruang itu, buket bunga lili, mawar, krisan… muncul dengan lembut, menjadi percikan warna segar yang menghiasi pemandangan kota yang lelah. Warnanya tidak mencolok atau berlebihan, hanya cukup lembut untuk menenangkan stres mereka yang pulang setelah seharian bekerja. Mungkin itulah mengapa pasar bunga sore hari bukan hanya tempat perdagangan; ini adalah tempat di mana orang datang untuk "menenangkan" emosi mereka, untuk menemukan momen ketenangan di antara dua ritme kehidupan yang sibuk.

Orang-orang yang datang ke pasar di sore hari berbeda. Tidak ramai, tidak berisik. Beberapa hanya mampir untuk mengagumi bunga-bunga, berdiri diam selama beberapa menit sebelum pergi. Yang lain membeli seikat kecil bunga untuk dibawa pulang, seolah membawa sedikit kedamaian setelah hari kerja yang melelahkan. Setiap wajah mencerminkan suasana hati yang berbeda. Kekhawatiran, kegembiraan, kelelahan, atau harapan semuanya tersembunyi di balik tatapan yang tertuju pada bunga-bunga yang mekar dan layu saat matahari terbenam.

Dalam percakapan dengan wartawan, Ibu Hien – yang telah berjualan bunga di pasar selama hampir 30 tahun – bercerita dengan suara rendah dan pelan, seperti irama pasar saat senja. Selama hampir tiga dekade berjualan bunga, pasar bukan hanya tempat untuk mencari nafkah, tetapi tempat di mana ia hidup sepenuhnya 24/7, di mana setiap hari diukur oleh musim bunga, jumlah pelanggan, dan perubahan halus di Hanoi. “Saya lelah,” katanya sambil tersenyum lembut, “bahkan di hari-hari biasa pun saya lelah, apalagi selama Tết.” Tetapi dalam setiap kata, kelelahan itu tidak terasa berat; itu disamarkan oleh penerimaan dan keterikatan yang sangat alami.

Saat berbicara tentang pasar, Ibu Hien sering menyelipkan cerita tentang keluarganya, kesenangan sederhana mengunjungi kios bunga, dan kegembiraan bertemu kembali dengan wajah-wajah yang dikenal. Senyum selalu menghiasi bibirnya – senyum seseorang yang telah memilih untuk mengintegrasikan hidupnya ke dalam ritme pasar. Baginya, mengamati arus orang setiap hari juga merupakan cara untuk menghargai hidup dan memperoleh pemahaman yang lebih dalam tentangnya.

Oleh karena itu, keberadaan pasar bunga Quang Ba berarti lebih dari sekadar tempat perdagangan. Di Hanoi yang semakin sibuk, di mana waktu terasa terhimpit oleh jadwal yang padat, pasar bunga malam hari adalah tempat perlindungan bagi emosi. Di sana, orang-orang diizinkan untuk melambat, mendengarkan napas mereka sendiri, memandang bunga yang layu tanpa penyesalan.

Quang Ba muncul sebagai momen ketenangan yang sangat dibutuhkan – sentuhan lembut yang membantu Hanoi mempertahankan kelembutannya di tengah hiruk pikuk kehidupan perkotaan.

Saat senja tiba, lampu-lampu jalan memancarkan cahaya lembut pada kelopak bunga yang tersisa, memberikan suasana tenang pada pasar bunga tersebut.

Lalu lintas di luar terus mengalir tanpa henti, tetapi di dalam pasar, waktu seolah berhenti. Dan pada saat itulah Quang Ba muncul sebagai tempat yang tenang – sentuhan lembut Hanoi, kelembutan di tengah hiruk pikuk kehidupan kota.

Sumber: https://baophapluat.vn/chieu-xuong-o-cho-hoa-quang-ba.html


Komentar (0)

Silakan tinggalkan komentar untuk berbagi perasaan Anda!

Dalam topik yang sama

Dalam kategori yang sama

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

Berita Terkini

Sistem Politik

Lokal

Produk

Happy Vietnam
VEC

VEC

Pengalaman

Pengalaman

Mengingat

Mengingat